Baznas Bedah 34 RTLH, Budaya Gotong Royong Harus “Diuri-uri”

Editor: Ary B Prass

Lebih lanjut Fajar Gegana menyatakan meski dengan perkembangan zaman, teknologi, perubahan sosial yang ada di Kulonprogo akan cepat menggerus hal-hal yang sifatnya kultural atau sifatnya budaya kearifan lokal. Namun kita harus bisa mempertahankannya, karena gotong royong ini merupakan identitas.
“Pak lurah yang baru harus lebih getol dan tahu rumah mana yang sudah hampir roboh. Silahkan koordinasi dengan Bagian Kesra Setda, sebab peran dari kalurahan sangat penting,” tambahnya.
Ketua Baznas Kulonprogo Drs H Abdul Madjid menuturkan, bahwa tahun 2021 hingga awal Desember sudah membedah 34 rumah senilai Rp 510 juta. Jumlah itu meningkat dari tahun 2020 yang karena pandemi sebanyak 23 rumah. “Tahun 2021 ini jumlah tersebut bisa bertambah lagi, karena hingga akhir Desember masih akan berlangsung bedah rumah,” ucap Abdul Madjid. (Wid)

BERITA REKOMENDASI