Baznas Kulonprogo Beri Penghargaan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo memberikan penghargaan Baznas Award 2020 kepada berbagai pihak yang telah berperan dalam penghimpunan zakat infak sodaqoh (ZIS) di Aula Adikarto Kompleks Pemkab, Selasa (06/10/2020). Hadir dalam acara itu Bupati, Forkompimda, Kepala Kemenag, Baznas DIY dan Baznas Kabupaten/Kota se-DIY, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta lainnya. Selain pemberian penghargaan digelar pula pengajian oleh Ustadz H M Wahib Jamil MPd.

Dalam kesempatan tersebut juga diputar video Dr (HC) dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) penerimaan award sebagai Inspirator Kebangkitan Zakat yang tidak bisa hadir, dan diwakili Reni Hasto Wardoyo. Baznas Kulonprogo Award 2020 ada 12 kategori dengan 20 penerima, yakni Drs H Sutedjo sebagai Penggerak Kebangkitan Zakat; Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Penghimpun Terbanyak I (Rp 5,4 M), II Kantor Kementerian Agama (Kemenag) (Rp 366 juta), III RSUD Wates (Rp 298,7 juta); Persatuan Wartawan Kulonprogo (PWK) merupakan Pendukung Informasi Baznas; Lembaga Pendukung Informasi Baznas adalah Diskominfo; Muzaki Perorangan Pembayar Zakat Terbanyak H Kasam.

Muzaki ASN Teladan dalam berzakat dan berinfak dr Lies Indriyati SpA; Kepala Dinas Penggerak Kebangkitan Zakat diraih Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; UPZ Kapanewon Tertib Setor adalah Kapanewon Lendah dan Temon; Kapanewon Penghimpun Terbanyak I Kapanewon Lendah (Rp 62,3 juta) dan II Kapanewon Nanggulan (Rp 52 juta); UPZ yang semua pegawainya sudah berzakat 2,5 % meliputi Bagian Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Setda, Bagian Administrasi Pemerintahan Setda, Bagian Organisasi Setda. Kemudian UPZ Tertib Setor dan Administrasi adalah Bagian Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Setda, Bagian Organisasi, Badan Pertanahan (BPN).

Ketua Baznas Kulonprogo Drs H Abdul Madjid menyampaikan, dalam penghimpunan ZIS dari tahun ke tahun Baznas mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bila tahun sebelumnya penghimpunan berkisar Rp 300 juta pertahun, kemudian mulai ada perkembangan, yaitu selama tahun 2018 sejumlah Rp 4,1 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 8,9 miliar, serta tahun 2020 ( periode Januari hingga Agustus) sejumlah Rp 6,3 miliar.

Peningkatan penerimaan ZIS ini tidak terlepas dari peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi, Lembaga maupun perorangan dalam menghimpun ZIS. “Terhadap pencapaian penghimpunan tersebut, kami merasa perlu untuk memberikan penghargaan berupa Baznas Award kepada 20 penerima dari 12 kategori,” kata Abdul Madjid.

Abdul Madjid berharap dari penyelenggaraan ini, bisa menggugah pihak lain agar lebih giat dan kreatif dalam pengumpulkan ZIS. “Serta bisa memberi dampak positif untuk terus menginspirasi dan mendukung kemajuan perzakatan,” katanya sambil menambahkan bahwa Baznas Award 2020 ini (dari hasil penghimpunan 2019) merupakan yang pertama kali diadakan.

Bupati Kulonprogo Drs H Sutedjo menyambut baik atas dilaksanakannya Baznas Kulonprogo Award 2020 ini dengan memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berperan penting dalam pengelolaan ZIS dengan tujuan kemanusiaan. “Ini berarti Baznas ikut mengapresiasi lembaga atau organisasi dalam pengumpulan dana untuk kesejahteraan sosial. Tentunya kegiatan ini juga bertujuan mendorong optimalisasi pengelolaan zakat di masing-masing lembaga atau organisasi,” ujarnya. (Wid/Rul)

BERITA REKOMENDASI