Begitu Terserang Korban Langsung ‘Lumpuh’

KULONPROGO (KRjogja.com) – Penyakit Chikungunya diduga menyerang hampir seluruh warga RT 11 Pedukuhan Sebokarang Desa Triharjo Kecamatan Wates. Sebagian korban yang terjangkit virus akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti langsung mengalami kelumpuhan sementara. Kendati ada yang bisa berjalan penderita pasti merasakan nyeri tulang dan persendian.

Dukuh setempat Alexius Muryanto mengungkapkan Chikungunya menyerang sejak bulan puasa lalu. Saat ini petugas Puskesmas Wates masih terus melakukan survei terhadap hampir semua warga.

"Berdasarkan pengakuan warga, mereka mengalami panas tinggi dan nyeri sendi. Hasil diagnosa dokter juga mengatakan ada yang menderita radang tenggorokan. Sejak tiga hari lalu saya mendampingi petugas medis dari Puskesmas Wates melakukan survei door to door rumah warga," jelasnya, Jumat (22/7/2016).

Sejak mencuatnya kasus Chikungunya di Pedukuhan Sebokarang yakni Kadar Yudianto, hingga saat ini tercatat ada 20 rumah dengan jumlah penderita mencapai 51 orang yang diduga terserang Chikungunya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, di antara para korban memang terserang Chikungunya dan kecapekan. Meski demikian hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari dinas/ instansi terkait penyakit yang menyerang warga kami. Yang jelas penderita merasakan gejala panas tinggi, nyeri dan radang tenggorokan," terangnya.

Hasil survei, petugas menemukan fakta jentik nyamuk memang tergolong tinggi. Dari 20 rumah yang disurvei tercatat tujuh rumah yang positif ada jentik nyamuknya. "Prosentase bebas jentik di wilayah ini memang relatif rendah. Karena angka bebas jentik hanya 65 persen. Padahal mestinya 95 persen," tambahnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI