BEK Laksanakan Program Rehabilitasi DAS Menoreh

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjuk PT Bharinto Ekatama melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Menoreh di Wilayah Kulonprogo, DIY dan Magelang Jateng.

“Perusahaan kami merupakan salah satu pemegang penetapan penggunaan kawasan hutan (PPKH) dari KLHK. Selama ini kami merehabilitasi hutan di Kaltim dan Kalteng. Sekarang ditunjuk pemerintah ikut merehabilitasi DAS Menoreh guna mendukung Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas,” kata Direktur BEK Ignatius Wurwanto usai penanaman bibit pohon di Kawasan Gunung Kuniran, Hargorejo, Kokap, Selasa (30/11).

Sekitar 110.000 bibit yang akan ditanam di lahan seluas 250 hektare di Kulonprogo dan Magelang Ignatius Wurwanto mengatakan, rehabilitasi lahan dengan pendekatan agro forestry, sehingga yang ditanam bibit tanaman buah selama kurun waktu tiga tahun. Dalam pelaksanaannya bekerjasama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Serayu Opak Progo (BPDASHL SOP), Dinas KLHK DIY dan pengawasan lapangan serta kelompok petani hutan. “Kami upayakan sampai pengolahan produk, sehingga petani lebih untung,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Hutan Wonodadi, Hargorejo, Kokap, Sugito menyatakan siap mendukung program rehabilitasi DAS Menoreh di Kulonprogo. Petani ungkapnya siap menanam dan merawat agar tanaman berbuah dan bermanfaat. “Kami sebenarnya berharap di Kulonprogo ada pabrik pengolahan,” harapnya.

Hal senada disampaikan Penyuluh Kehutanan KLHK DIY, Suroso. Program agro forestry luar biasa dalam upaya mendukung pelestarian hutan dengan sistem tumpang sari. “Program KLHK sangat bagus untuk mendukung ketahanan pangan,” tegasnya. (Rul)

 

 

BERITA REKOMENDASI