Belum Semua DPAC Setujui Usulan Calon Pengurus PKB Kulonprogo

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Lebih dari enam pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kulonprogo belum menyetujui semua kandidat ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) DPC PKB setempat yang diusulkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DIY bersama sejumlah DPAC di ajang Pra Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kulonprogo. Karena dari lima kandidat baru tiga calon yang disetujui oleh semua DPAC yakni Ketua Dewan Syuro Drs Noor Harish dan Sektretaris Dewan Syuro Kiai Amin Ma’ruf serta Ketua Tanfidz H Sihabuddin, maka pembahasan usulan nama calon fungsionaris DPC PKB Kulonprogo dihentikan.

“Para pengurus DPAC PKB se-Kulonprogo diberi waktu dua hari untuk menyelesaikannya. Setelah disepakati lima calon baru nanti kita usulkan ke DPP PKB,” kata Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistiyono MT di kantor setepat, Sabtu (27/02/2021)

Dua kandidat yang belum disetujui para pengurus DPAC dan mereka minta waktu dua hari untuk menentukan sikap tetap menolak, menyetujui atau mengusulkan nama kandidat lain adalah, calon Sekretaris DPC PKB Fitroh Nurwijoyo Legowo dan Bendahara Yusron Martofa.

“Pra muscab dilakukan agar saat muscab nanti sudah ada kesepakatan bersama. Melalui pra muscab kami tahu gambaran jajaran kepengurusan. Mempertimbangkan program kerja ke depan sungguh berat maka kami menyampaikan beberapa calon pengurus yang kami pandang mampu menjalankan program-program kerja pada masa mendatang,” tegas Agus Sulis

Pihaknya mengakui pengusulan nama kandidat Pengurus DPC PKB Kulonprogo tersebut merupakan kebijakannya bersama sejumlah Pengurus DPAC PKB setempat. “Bukan penolakan tapi belum setuju, mungkin perlu ada semacam penjelasan sehingga sebagian besar Pengurus DPAC nanti menyetujui semua kandidat yang disampaikan dalam pra muscab,” ujar Agus Sulistiyono.

Ditambahkan kebijakan pengusulan nama-nama calon pengurus tersebut juga merupakan hasil konsultasi dengan jajaran pengurus Nahdatul Ulama (NU) setempat. Ketua DPC PKB Kulonprogo H Sihabudin dalam laporannya mengatakan, muscab kali ini terasa berbeda karena periode kepengurusannya yakni 2017-2021 tapi baru berjalan empat tahun harus diadakan muscab. Hal tersebut menyesuaikan instruksi dan peraturan DPP PKB.

“Kendati masa kepengurusan kami singkat, tapi telah melaksanakan mandat dan amanah di antaranya kaderisasi, manajemen kepartaian dan menghidupkan mesin partai. Pada Pemilu 2019 dan Pilpres, target DPC PKB Kulonprogo untuk menambah kursi di semua daerah pemilihan belum tercapai tapi jumlah suara PKB Kulonprogo mengalami peningkatan yaitu bertambah 4.448 suara,” ujarnya. (Rul)

PKB

BERITA REKOMENDASI