Berburu Barang ‘Lawasan’, Terasa Kembali Tahun 60-an

"SAUDARA pendengar di seluruh kepulauan nusantara atau di manapun saudara berada, inilah Radio Republik Indonesia saat ini anda mendengarkan siaran berita pagi, selamat mendengarkan dan tetap merdeka." Begitulah kira-kira petikan siaran berita radio yang terdengar pada periode tahun 60-an.

Siaran semacam itu, kini telah menjadi arsip berharga. Termasuk alat untuk mendengarkan siaran yakni radio masih terus digemari para kolektor dan  asyarakat tertentu. Radio buatan pabrikan Belanda yang diproduksi tahun 1960 tetap mendapatkan tempat di kalangan penggemarnya.

Pemandangan radio tua, kaset pita bahkan kamera yang berumur lebih tua daribisa ditemui di Pasar Kangen yang ada di Taman Budaya Yogyakarta. Beberapa penjual menggelar dagangan barang tua di salah satu sudut gedung budaya Yogyakarta yang secara tak langsung terlihat menarik bagi siapa saja yang melintas.

"Semua masih hidup 'jajal mawon' (coba saja). Radionya suaranya masih asyik, seperti mendengar siaran jadul," ungkap salah satu penjual Indarjati (51).

Barangjadul yang digelar di Pasar Kangen ini menurut Indar dijual dengan harga antara Rp 200 hingga Rp 400 ribu. Namun ada pula barang langka yang harganya tembus Rp 1 juta. "Yang lebih tua lagi harganya masih tinggi jadi saya tidak berani gelar di sini (Pasar Kangen), tapi kalau ada yang mencari bisa saya bawakan dan nanti janjian," imbuh warga Ngampilan ini.

Dalam mengoleksi dan mengumpulkan barang-barang jadul ini, Indarjati mengaku harus berburu sampai luar kota karena jumlahnya yang tak lagi banyak. Namun diakuinya, hal itulah yang menjadi keasyikan tersendiri bagi pecinta barang jadul seperti dirinya.  (Fxh)

BERITA REKOMENDASI