BKSDA Usulkan Kulonprogo Jadi Kawasan Cagar Bisofer Dunia

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Selain memiliki kondisi alam yang baik sehingga dapat dijadikan objek wisata, Kabupaten Kulonprogo dengan potensi alam Perbukitan Menoreh-nya sedang diusulkan menjadi Kawasan Cagar Biosfer dunia ke UNESCO bersama Gunung Merapi dan Merbabu.

“Kulonprogo juga merupakan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Karst Menoreh yang sedang berproses. Terdapat calon Area Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT) di kawasan Pesisir Trisik yang jadi tempat mendarat penyu serta transit burung migran. Demikian juga upaya konservasi khususnya burung yang terdapat di Kalurahan Jatimulyo dengan peraturan desanya bisa dijadikan contoh wilayah lain,” tegas Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Muhammad Wahyudi SP, MSc saat audiensi dengan Bupati Drs Sutedjo sekaligus launching buku berjudul ‘Jatimulyo, Surga Burung Perbukitan Menoreh dan ‘Burung Migran di Pantai Trisik’ di ruang Rapat Menoreh, kantor bupati setempat, Senin (7/9).

“Tujuan penerbitan dua buku ini, ingin menunjukkan pada khalayak umum, sesungguhnya Kabupaten Kulonprogo memiliki potensi yang bisa dibanggakan, salah satunya burung migran di Pantai Trisik dan juga di Jatimulyo. Populasinya sangat banyak,” jelasnya.

Diungkapkan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati cukup tinggi. Keberadaan burung migran di kawasan Pantai Trisik dan konservasi burung di Kalurahan Jatimulyo Kapanewon Girimulyo mendasari BKSDA membuat buku mengenai dua kawasan konservasi tersebut.

BERITA REKOMENDASI