BPC PHRI Kulonprogo Dilantik

Editor: KRjogja/Gus

WATES (KRJOGJA.com) – Pengurus BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kulonprogo dilantik Ketua DPD PHRI DIY Drs H Istidjab Danunagoro, Senin (08/01/2018) dan dilanjut dengan seminar tentang investasi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan.

Pengurus BPC PHRI Kabupaten Kulonprogo selengkapnya Ketua Sumantoyo, Wakil Ketua Anung Marganto SH MM, Sekretaris Yulianti dan Fungki, Bendahara Sri Warningsih dan Gunarti Miharyati, serta dilengkapi sembilan bidang. 

Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) mengingatkan BPC PHRI mempunyai tugas yang tidak ringan dalam peran sertanya  meningkatkan kunjungan pariwisata. Apalagi nantinya Bandara Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah beroperasi dan akan adanya kota bandara (Airport City) di kawasan Kulonprogo. Sebab kehadiran bandara baru diprediksi mampu tingkatkan kunjungan wisata dua kali lipat dibandingkan sebelum ada bandara.

Menurut Hasto, wisatawan mancanegara menyukai destinasi yang berkaitan dengan budaya. Mereka lebih suka destinasi seperti Borobudur atau Prambanan. Karena itu Kulonprogo harus bisa membuat wisatawan berkunjung, maka harus ada sentuhan budaya, contohnya Kulonprogo sudah ada Sendratari Sugriwa Subali, dan direncanakan akan dibangun Taman Kerajaan Nusantara.

Hasto menambahkan, yang tidak kalah penting dan kunci yang harus dipegang PHRI adalah terkait kebersihan dan senyum. Dimana hotel, restoran atau objek wisata harus dalam kondisi bersih. "Wisawatan mancanegara menyukai kebersihan, jadi hotel, restoran harus bersih. Pengalaman saya membawa tamu mancanegara ke objek wisata yang terdapat banyak lalat mereka mengajak pindah. Ini yang harus diperhatikan PHRI dalam melayani wisatawan baik mancanegara maupun domestik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kulonprogo, Sumantoyo menyatakan siap menyambut bandara. Pihaknya memprioritaskan pembenahan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang perhotelan dan restoran, sehingga akan meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan. Selain itu juga konsolidasi kepengurusan. "Harapannya setelah dibentuknya BPC PHRI akan mampu mengembangkan pariwisata Kulonprogo, sehingga tingkat kunjungan wisatawan dapat meningkat," kata Sumantoyo.

Terhadap hotel di Kulonprogo yang masih sedikit, diakui Sumantoyo. "Memang masih sangat kurang, tetapi saya optimis seiring dengan berjalannya waktu dan beroperasinya bandara kami punya keyakinan bahwa akan tumbuh hotel-hotel baru di Kulonprogo," ujarnya. (Wid)

 

BERITA REKOMENDASI