BPR Bank Kulonprogo Serahkan Bantuan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Kulonprogo yang bergerak di bidang jasa perbankan selalu berusaha agar bisa bersinergi dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Termasuk dengan para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Alun-alun Wates.

“Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kami bersinergi dengan semua unsur dalam upaya membangun dan membangkitkan gairah perekonomian serta usaha riil di tengah pandemi Covid-19,” kata Ketua Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Perumda BPR Bank Kulonprogo, Agung Prasakti disela penyerahan bantuan kepada perwakilan Paguyuban PKL Alun-alun Wates, Y Widyananto di kantor Bank Kulonprogo Kalurahan/ Kapanewon Pengasih.

Penyerahan bantuan beras 513 kilogram kepada tujuh koordinator PKL Alun-alun Wates dilakukan Dirut Perumda BPR Bank Kulonprogo Joko Purnomo MM disaksikan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kulonprogo, Iffah Mufidati SH dan Direktur Bisnis Bank Kulonprogo Ir Rita Purwanti Erni Widiyati.

Dirut Perumda BPR Bank Kulonprogo Joko Purnomo mengatakan, dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat/Level, masyarakat UMKM terutama para PKL Alun-alun Wates sangat terdampak, mereka tidak bisa beroperasi atau berjualan. Sehingga harus diberi semangat agar tetap bisa bertahan.

“Salah satu bentuk dukungan semangat dari kami kepada para PKL Alun-alun Wates memberikan bantuan beras yang kami salurkan melalui BAZIS Bank Kulonprogo. Support tersebut merupakan bentuk kepedulian kami sebagai bank milik masyarakat Kulonprogo terhadap teman-teman UMKM khususnya PKL Alun-alun Wates,” ujar Joko di ruang kerjanya, Jumat (13/08/2021).

Direktur Kepatuhan Bank Kulonprogo, Suraja menambahkan sinergi dan kolaborasi antara lembaga keuangan dan pelaku UKM/ UMKM memang diperlukan sehingga menjadi daya ungkit pergerakan ekonomi yang didukung dengan pola hidup sehat lebih baik di tengah situasi pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut jawaban atas permohonan bantuan dari Paguyuban PKL Alun-alun Wates yang diketahui Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat. “Permohonan bantuan disampaikan lantaran teman-teman Paguyuban PKL Alun-alun Wates tidak bisa berjualan selama PPKM, karena ruang publik tersebut ditutup total dan pedagang tidak boleh berjualan,” ungkap Suraja. (Rul)

BERITA REKOMENDASI