BRI Berdayakan Masyarakat di Tengah Pandemi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Bank BRI Kantor Cabang (Kanca) Wates memberikan bantuan dari Corporate Social Responsilility (CSR) atau bantuan sosial sebesar Rp 315.700.000 kepada lima kelompok penerima. Penyerahan bantuan CSR tersebut dilakukan oleh Achmad Adib Ansorulloh Manager Pemasaran Mikro (MPM) BRI Kanca Wates mewakili Pemimpin Cabang (Pinca) yang didampingi Tenaga Ahli DPR RI H Latnyana SAg MM MAP dan jajaran Bank BRI, Rabu sore (03/11/2021), di RM Gerbang Trisik Galur.

Bantuan untuk lima penerima meliputi, peralatan menjahit sebesar Rp 52,7 juta kepada Kelompok Pemberdayaan Perempuan ‘Flamboyan’ Banaran Galur, pengadaan tenda untuk Pokmas Nyawiji Mukti Galur Rp 61 juta, pembangunan gedung Balai Padukuhan Kranggan Galur Rp 65 juta, pengadaan tenda Pokmas Ngudi Rejeki Kranggan Galur Rp 62 juta, dan mesin huller/penggilingan padi keliling untuk Pokmas Sentosa Jaya Rp 75 juta.

Disampaikan Achmad Adib Ansorulloh Manager Pemasaran Mikro (MPM) Bank BRI Kanca Wates, Bank BRI selalu berkomitmen memberikan bantuan sosial melalui CSR. “Kita terus berusaha untuk memberdayakan masyarakat di tengah pandemi seperti saat ini. Kita jangan banyak mengeluh, sebab banyak juga orang sukses di masa pandemi, seperti bisnis melalui online yang sekarang merajai,” ujarnya.

Dikatakan, BRI memberikan pinjaman untuk pemberdayaan masyarakat. Seperti kredit kemitraan dengan bunga murah sekali. Silahkan yang berminat bisa menghubungi BRI terdekat. Kredit ini merupakan upaya agar kita di masa pandemi tetap produktif dan tidak terpuruk,” ujar Achmad Adib sambil berharap bantuan tersebut dijaga agar bermanfaat secara optimal.

Sementara itu, Latnyana selaku Koordinator dan Tenaga Ahli DPR RI berterima kasih kepada Bank BRI atas CSR-nya. “Program yang kami kemas adalah proses membangun tiga hal, yaitu pengembangan sumber daya baik manusia maupun alam, bagaimana mengubah sikap masyarakat sehingga bantuan ini bisa dikelola dengan baik atau tidak sepasar bubar, serta mengorganisir masyarakat penerima bantuan bagaimana memperkuat organisasi kelompok dan masyarakat,” ujar Latnyana. (Wid)

BERITA REKOMENDASI