Bupati Ajak Investor Kembangkan Potensi Kulon Progo

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Bupati Kulonprogo Drs H Sutedjo mengajak para investor agar dapat mengembangkan potensi investasi yang ada di wilayah Kulonprogo. Saat ini di Kulonprogo sudah banyak proyek strategis nasional seperti Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, pembangunan jalur akses kereta api YIA, pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, dan serta proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro.

“Jadi harapan saya ini bisa dimanfaatkan oleh investor maupun calon investor untuk melakukan kegiatan penanaman modal,” ujar Sutedjo pada acara Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal yang diadakan oDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulonprogo di Kopi Thiwul Resto dan Café, Kalimenur Sentolo Kulonprogo, Rabu (23/06/2021).

Terdapat narasumber lain yang turut menyampaikan paparan mengenai peluang dan potensi investasi di Kulonprogo, yakni Wakil Manajer Bank Indonesia DIY, Dinatania dan Pinca BPD DIY Cabang Wates Suroso serta Kepala DPMPT Kabupaten Kulonprogo, Agung Kurniawan, selaku moderator. Adapun jumlah peserta sebanyak 52 orang merupakan pelaku usaha atau investor yang sudah melakukan kegiatan penanaman modal atau investasi di wilayah Kulonprogo.

Sutedjo menyampaikan bahwa, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, maka pihaknya mengajak para investor untuk mendukung program penanaman modal atau investasi.

Meski demikian, Sutedjo menuturkan bahwa dengan adanya proyek strategi nasional tersebut, pihaknya tetap berusaha mempertahakan karakteristik budaya masyarakat Kulonprogo. “Tentu dengan adanya proyek ini akan menjadikan Kulonprogo semakin beradaptasi dengan modernisasi. Namun ini tetap tidak boleh mengubah karakteristik masyarakat Kulonprogo yang tradisional. Jadi karakteristik tradisional tetap kami pertahankan di sini,” katanya.

BERITA REKOMENDASI