Bupati Akan Temui Warga Pemilik Lahan yang Belum Setuju Bandara

TEMON, KRJOGJA.com – Sebagian anggota Wahana Tri Tunggal (WTT) yang semula menolak pembangunan New Yogyakarta International Airport dan sekarang berbalik mendukung belum juga mendapatkan kepastian akan di relokasi ke mana. Padahal mitra kerja PT Angkasa Pura (AP) I yakni PT Pembangunan Perumahan (PP) saat ini telah melakukan land clearing atau perataan lahan menggunakan alat berat. Selain itu manajemen AP juga telah melayangkan surat peringatan (SP) satu agar warga terdampak harus sudah mengosongkan lahannya maksimal tanggal 22 September 2017 mendatang.

Belum ditentukannya WTT akan mendapat relokasi disebabkan karena jatah lahan relokasi di lima titik hanya disiapkan bagi warga terdampak yang mendaftar sejak awal dan mendukung pembangunan bandara. Sehingga praktis tidak ada jatah bagi warga WTT.

Dalam perkembangannya, tiga anggota WTT bisa menempati kapling di lahan relokasi Glagah. Sedangkan untuk anggota lainnya sampai saat ini belum ada kepastian akan direlokasi ke mana. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berencana merelokasi mereka ke Paku Alam Ground (PAG). "Ada yang daftar baru untuk pindah ke magersari (PAG). Ada beberapa yang minta," kata Bupati setempat, dr H Hasto Wardoyo SpOG (K), Senin (18/9/2017).

Sebenarnya pemkab dan Pura Pakualaman telah menyiapkan lahan magersari di Desa Kedundang seluas sekitar 6.000 meter persegi. Di lahan tersebut akan dibangun sekitar 50 unit rumah namun kesemuanya diperuntukkan bagi warga terdampak bandara yang kurang mampu, bukan untuk anggota WTT. Tercatat sekitar delapan anggota WTT yang kurang mampu terdampak pembangunan NYIA yang berharap mendapat fasilitas program relokasi dari pemkabh.

Bupati akan mengajukan usulan kembali untuk alokasi bidang PAG lainnya yang bisa dipakai untuk relokasi anggota WTT. Tapi upaya tersebut membutuhkan waktu tidak sebentar mengingat lahan PAG biasanya ada yang menempati sehingga dibutuhkan sosialisasi terlebih dahulu. Selain itu lokasi lahannya juga belum diputuskan.(Rul)

 

BERITA REKOMENDASI