Bupati Ingatkan Masyarakat Tak Tebang Pohon Sembarangan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo mengingatkan masyarakat agar tidak menebang pohon secara sembarangan. Kerusakan lingkungan oleh ulah manusia yang tidak bertanggungjawab bisa berakibat fatal bagi kehidupan. Lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup semua mahluk hidup.

“Penebangan pohon secara liar yang tidak diselingi dengan penanaman pohon kembali sehingga hutan menjadi gundul dan tanah tidak bisa menyerap air bahkan pohon tidak dapat menghirup karbondioksida. Demikian juga penambangan sacara terus menerus dan tingginya emisi gas buang di udara juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu upaya pelestarian lingkungan adalah konservasi lingkungan,” katanya.

Baca juga :

Lelang Lebih Awal, Proyek Fisik Harus Pertimbangkan Hari Efektif
Waspada! 17 Talut di Kota Yogya Dipetakan Rawan Longsor

Hadir Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulonprogo Drs Ariadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arif Prastawa, Kepala Satpol PPDrs Sumiran dan sejumlah panewu (camat). Bupati menjelaskan, upaya pelestarian lingkungan sebenarnya sudah dilakukan para orang tua dulu. Karena setiap menebang pohon mereka pasti mematahkan rantingnya kemudian menancapkannya di dekat pohon yang di tebang tadi.

“Itu simbol sekaligus pelajaran bagi kita semua agar tidak sembarangan menebang pohon. Kalau berani menebang pohon harus mau menanam. Sebaliknya kalau tidak mau menanam ya jangan menebang pohon,” tegas bupati.

Ketua Paguyuban Gunung Kuniran, Sugito mengatakan, penanaman 1.001 bibit pohon berbagai jenis tersebut bertujuan pelestarian alam, khususnya di kompleks obwis alam yang berjarak tujuh kilometer (km) dari Kota Wates. Terjaganya sumber mata air di sekitar lokasi tanam. Dengan menanam bibit maka lahan jadi rindang dan sejuk. “Penambahan populasi tanaman dengan kaidah konservasi vegetatif dengan penanaman berbagai jenis tanaman,” ujarnya.

Disinggung Obwis Alam Gunung Kuniran, Sugito mengatakan, obwis baru yang menyuguhkan pemandangan alam pegunungan dan lautan tersebut berada dalam kawasan pengelolaan kelompok tani hutan Wono Dadi. Paguyuban Gunung Kuniran berharap pengembangan obwis itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Obwis Gunung Kuniran tidak hanya menampilkan panorama sebagai daya tarik, tapi kearifan lokal seperti budaya masyarakat dan makanan lokal unggulan dengan perpaduan daya tarik tersebut kami percaya nantinya Gunung Kuniran akan menjadi destinasi pariwisata utama yang berkarakter,” ujarnya.

Ketua Forum Bisnis Kulonprogo Radiya Santoso selaku mitra pengelola Obwis Gunung Kuniran menjelaskan, penanaman pohon di kawasan obwis tersebut sangat penting karena kondisi Gunung Kuniran merupakan lahan kritis, lantaran belum ada jenis pepohonan penyelamat mata air. “Sebagai upaya penyelamatan lahan dalam Obwis Alam Gunung Kuniran dilaksanakan gerakan penanaman 1.001 bibit pohon,” katanya didampingi Sekretaris ForbisKu May Vana Ristanto. (Rul)

BERITA REKOMENDASI