Bupati Kulonprogo Pantau PTM, Juli Siap Dilaksanakan

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJogja.com – Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo, Rabu (2/6/2021) meninjau uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya. Hal ini dilakukan sebelum PTM dilaksanakan Juli mendatang.
Drs Sutedjo mengatakan, PTM di kabupatennya berjalan  cukup bagus, sehingga ia berharap  usai uji coba ini di beberapa sekolahan seperti TK Kusuma Mekar 1 Bugel, SD N Pleret Kidul dan SMP N 2 Panjatan agar dapat segera melaksanakan PTM.
Menurutnya, beberapa sekolah yang dipantau secara umum telah siap menggelar PTM. Bupati melakukan pengecekan kesungguhan dan kesiapan di setiap sekolah. Pihaknya berharap PTM nanti bisa berjalan lancar tidak ada efek negatif terkait persebaran Covid-19. “Saya berharap proses PTM nanti tidak ada penambahan kasus Covid-19 atau timbul klaster sekolahan,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Arif Prastowo SSos menjelaskan, uji coba PTM jenjang TK diikuti 33 siswa, SD 64 siswa dan SMP 100 siswa. “Hari ini seluruh SD dan SMP mulai uji coba PTM. Namun untuk TK baru simulasi PTM kalau dilihat simulasinya bagus nanti malah bisa langsung PTM pada Juli 2021 mendatang tanpa dilakukan uji coba. Tapi tergantung kesiapan sekolah masing-masing kalau mereka siap tentuk tidak ada masalah,” jelas Arif.
Ditegaskan, dari satuan pendidikan yang paling penting penerapan protokol kesehatan (prokes) sebab tidak tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Selama pandemi semua pihak harus tetap disiplin dan konsisten menerapkan prokes.
Dalam pemantauan pihaknya menekankan titik krusial ketika siswa pulang perlu diantisipasi oleh setiap sekolah agar tidak terjadi kerumunan. Tentang vaksinasi, Disdikpora memantau guru-guru yang telah divaksin dosis pertama. Jika sampai Juli mendatang masih ada guru belum divaksin, PTM tetap bisa dilakukan tapi guru yang belum divaksin tidak diperbolehkan mengajar.
Setelah uji coba PTM ungkap Arif, tahapan selanjutnya bisa langsung menggelar PTM di seluruh sekolah yang ada di kabupaten ini. Kalau ada sekolah belum siap maka tidak diperkenankan menggelar PTM. “Kami harus memastikan semua sekolah siap dengan prokes. Uji coba untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi hingga 1,5 bulan ke depan,” tegas Arif Prastawa. (Rul)

 

 

BERITA REKOMENDASI