Bupati Sutedjo Salat Idul Fitri di Alwa

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Era revolusi industri 4.0, era digital membawa perubahan bahkan disrupsi dalam segala aspek kehidupan. Kemajuan satu sisi menjadikan kemudahan dalam beribadah/beramal soleh, kehidupan manusia lebih meningkat dan sejahtera.
“Di sisi lain dapat menyebabkan berbagai permasalahan, seperti sebagian manusia semakin jauh dari agama, tantangan hidup semakin berat, kemaksiatan dan lainnya. Kerusakan akidah, ibadah dan ahlak, kerusakan alam, sosial, budaya, ekonomi semakin nyata,” kata Dr HM Jumarin MPd Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulonprogo ketika memberikan khotbah Idul Fitri 1443 H, di Alun-alun Wates (Alwa), Senin (02/05/2022).
Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Alun-alun Wates diikuti ribuan warga, tampak Bupati Sutedjo serta lainnya. Jumarin menyampaikan khotbahnya dengan tema “Idul Fitri Kita Wujudkan Ummat Yang Berkemajuan Menuju Khoiro Ummah”.
Menghadapi tantangan tersebut, lanjut Jumarin, umat muslim harus memiliki kekuatan/keunggulan, agar mampu mewujudkan ahsanu ‘amala (prestasi terbaik) (Al Mulk 2), dan khoiro ummah (Ali Imron 110).
“Maka harus dibangun dengan ukhuwwah/persatuan yang kokoh yang dilandasi keimanan, moral, ilmu dan amal yang kokoh, atau kesatuan antara dzikir, pikir, dan ihtiar. Kita harus terus memperbaharui, menyempurnakan kualitas diri/ummaat dan ihtiar yang sungguh-sungguh, ihlas, cerdas, keras, tuntas,” ujar Jumarin.
Generasi penerus, keturunan kita harus disiapkan menjadi penerus yang kuat. “Empat kualitas utama dalam menyiapkan generasi penerus masa kini, yaitu kualitas keimanan, karakter, kompetensi, dan wawasan/literasi,” kata Jumarin sambil menambahkan generasi yang unggul akan memudahkan meraih khoiro ummah atau khoiro ummah akan terwujud bila kita memiliki keunggulan. (Wid)

BERITA REKOMENDASI