Calon Lurah Banjaroyo Jadikan 5 Watak Petruk Sebagai Filosofi Kepemimpinan

Editor: Agus Sigit

WATES, KRJOGJA.com – Kalurahan Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo akan menentukan nasibnya ke depan melalui pemilihan lurah. Pemilihan lurah ini akan digelar pada Minggu 24 Oktober 2021  besokz

Ada lima calon lurah yang maju dalam pemilihan ini. Kelimanya adalah Bambang Nilokoco, Yohanes Pius Cahyo Nugrohojati, Karsin, Anton Supriyono dan Fitri Yuli Riyanto.

Calon lurah dengan nomor urut 5, Fitri Yuli Riyanto mengatakan bahwa sebagai anak muda dirinya maju sebagai lurah untuk meningkat kesejahteraan masyarakat Banjaroyo. Yuli menilai saat ini banyak potensi ekonomi di Banjaroyo yang belum dimaksimalkan untuk menyejahterakan masyarakat.

Yuli menuturkan dia maju sebagai calon lurah Banjaroyo dengan memegang filosofi watak sosok Petruk. Sosok Petruk adalah salah satu tokoh Punakawan dalam dunia pewayangan.

“Momong, Momot, Momor, Mursyid, Murakabi adalah 5 watak yang ideal dimiliki oleh sosok lurah baru. Sesuai dengan yang dimiliki tokoh wayang Petruk,” ungkapnya, Sabtu (23/10/2021).

Yuli menerangkan Momong artinya mengasuh dan memberikan suluh dan motivator. Sementara Momot adalah tempat memuat keluhan. “Momor itu tidak sakit hati jika dicaci dan tidak tinggi hati jika dipuji. Muksid berarti pintar karena hobinya belajar dan terakhir nomer 5 Murakabi yaitu bermanfaat bagi kehidupan warganya” sambungnya.

Yuli menerangkan dalam pemilihan Lurah Banjaroyo, masyarakat pasti memunyai calon yang didukung dan akan dipilih. Yuli meminta agar masyarakat bisa bijak dalam menentukan pilihannya karena nasib Banjaroyo ke depan salah satunya ditentukan oleh sosok pemimpinnya.“Saya yakin warga-warga Banjaroyo akan lebih bijak dalam menentukan siapa Lurah pilihannya. Di samping visi misi yang disampaikan juga akan berdasarkan 5 watak Petruk tersebut,” tutur Yuli.

Yuli mewanti-wanti agar masyarakat tidak gampang terbeli dengan iming-iming uang dalam menentukan siapa sosok pemimpin Banjaroyo ke depan. Yuli menilai sudah bukan lagi waktunya politik uang berbicara di pemilihan lurah.

“Saya menolak mengunakan cara-cara menghabiskan uang untuk meraih dukungan suara dengan cara membeli atau membayar dengan model serangan fajar untuk pendidikan politik yang lebih baik. Pilihlah pemimpin yang memang bisa membawa Banjaroyo ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (Fxh)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI