Capaian Peserta KB Kulonprogo Turun

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Selama beberapa bulan terakhir capaian Peserta KB Baru (PB) Kabupaten Kulonprogo mengalami penurunan. Penurunan mulai terlihat saat pandemi Covid-19 di bulan Maret dan April.

Di bulan Januari 2020 capaian PB 376 Akseptor, bulan Februari ada peningkatan sedikit menjadi 385 akseptor, yang berarti ada penambahan capaian PB sebanyak 9 akseptor. Mulai Maret 2020 ada penurunan dengan capaian hanya 349 akseptor, ada penurunan 36 akseptor dibandingkan bulan Februari. Sedang di bulan April penurunan lebih tajam lagi, karena capaiannya hanya 305 akseptor atau turun 44 akseptor.

“Sementara capaian Peserta KB Aktif (PA) masih relatif stabil meski di bulan Maret 2020 sempat terjadi penurunan. Bila di bulan Januari capaian PA 43.626, Februari meningkat menjadi 44.101 atau naik 475 akseptor. Bulan Maret capaiannya hanya 43.469 atau turun 632 akseptor dibandingkan bulan sebelumnya. Tapi di April 2020 capaian PA mengalami kenaikan sedikit menjadi 43.516 atau ada kenaikan 47 akseptor aktif,” kata Drs Mardiya Kabid Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDDaldukKB) Kabupaten Kulonprogo, Kamis (28/05/2020).

Dijelaskan Mardiya, penurunan capaian Peserta KB Baru dimungkinkan karena pengaruh Pandemi Covid-19 yang membatasi gerak Penyuluh KB dan dan Kader IMP dalam melakukan penyuluhan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) sasaran.

“Adanya kebijakan Social dan Physical Distancing oleh pemerintah dalam rangka pencegahan Covid-19 telah memaksa Penyuluh KB dan Kader IMP menghentikan model penyuluhan secara berkelompok atau kunjungan dari rumah ke rumah, dan digantikan dengan penyuluhan melalui saluran lain, yakni melalui telepon, whatsapp, atau media sosial lainnya,” tambah Siti Sholikhah SKM MPH Kepala Bidang Keluarga Berencana.

Akibatnya, jelas Siti Sholikhah, PUS sasaran yang terpapar penyuluhan menjadi lebih sedikit dan kurang intensif yang berpengaruh terhadap motivasi mereka untuk mengikuti KB. “Selain itu, masalah kesiapan tempat pelayanan KB menjadi kendala tersendiri. Adanya kewajiban bagi tempat pelayanan kesehatan untuk memprioritaskan pelayanan pasien Covid-19 serta upaya pencegahannya melalui sosialisasi ke masyarakat, telah membuat klinik KB tidak siap untuk melayani pemasangan alat kontrasepsi tertentu terutama MOP dan MOW, meskipun dari sisi ketersediaan sarana dan alat/obat kontrasepsi tidak ada kendala,” pungkasnya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI