Capaian Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Diupayakan Door to Door

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO KRJOGJA.com – Vaksinasi Covid-19 bagi kalangan lansia di Kabupaten Kulonprogo capaiannya masih rendah. Saat ini Gugus Tugas sedang mengejar dengan langkah door to door atau vaksinasi yang mendatangi langsung di rumah sasaran. Bulan Oktober ini capaian vaksinasi 100 persen harus terkejar.

“Upaya vaksin door to door itu dilakukan karena target vaksinasi bagi lansia tergolong rendah. Sebab para sasaran vaksinasi lansia banyak yang mengalami kendala karena kondisi geografis berupa perbukitan yang membuat sulit menuju lokasi vaksin. Mereka kesulitan akses transportasi,” ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana, Senin (11/10/2021).

Pelaksanaan vaksinasi tersebut agar bisa maksimal, maka Pemkab Kulonprogo akan bekerjasama dengan instansi TNI/Polri. Sehingga harapannya target vaksinasi bagi lansia bisa lebih cepat tercapai. “Banyak juga lansia yang enggan datang ke lokasi vaksin, karena tidak mau meninggalkan pekerjaannya yang mayoritas berkebun.
Maka perlu dilakukan penjemputan langsung,” ucap Fajar.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo drg Baning Rahayujati MKes menyatakan, capaian vaksinasi di Kulonprogo hingga Minggu (10/10) dosis pertama sebesar 77,20 persen, yakni sudah ada 264.587 orang yang sudah tervaksin dari total 342.720 sasaran. “Capaian vaksinasi lansia sendiri telah mencapai 36.054 orang, atau 57,18 persen dari total 63.049 sasaran,” tambah Baning.

Sementara Menkominfo, Johnny G Plate mengatakan untuk menurunkan dari vevel PPKM dari Level 3 ke Level 2, cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut harus mencapai 50 persen. Selain itu, cakupan vaksinasi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) harus mencapai 40 persen.

Adapun, di daerah Level dapat turun ke Level 1, apabila cakupan vaksinasi dosis pertama telah mencapai 70 persen. Hal ini juga harus dibarengi dengan capaian cakupan vaksinasi lansia mencapai 60 persen.

Pemerintah juga mengubah syarat vaksinasi kab/kota di aglomerasi diubah berdasarkan pencapaian kab/kota itu sendiri, selama keseluruhan aglomerasi sudah memenuhi syarat Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk turun level. Hal ini dikarenakan selama 1 bulan terakhir, penurunan level untuk wilayah aglomerasi tertahan beberapa kabupaten kota yang belum mampu mencapai target vaksinasi. (Wid/Rul/Git)

BERITA REKOMENDASI