Corona Picu Dispensasi Kawin di Kulonprogo Meningkat

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Perkara dispensasi kawin yang diterima Pengadilan Agama (PA) Wates mengalami kenaikannya cukup signifikan. Dalam enam bulan terakhir setidaknya 55 dispensasi kawin diajukan. Dispensasi tersebut terjadi bulan Januari (10 pengajuan), Februari (4 pengajuan), Maret (7 pengajuan), April (8 pengajuan), Mei (5 pengajuan) dan Juni (21 pengajuan).

Hakim sekaligus Humas PA Wates, Rahmawati SH saat UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan menjelaskan syarat minimal untuk perkawinan bagi perempuan berumur 16 tahun dan pria 19 tahun, ketika itu perkara dispensasi kawin pada tahun 2018 (47 pengajuan) dan tahun 2019 (45 pengajuan). Namun saat aturan tersebut direvisi dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dimana usia perkawinan bagi wanita dan pria sudah mencapai umur 19 tahun, pengajuan dispensasi jadi meningkat.

“Sejak itu memang ada peningkatan yang mengajukan dispensasi kawin dan ketika Covid-19 ini justru meningkat pula. Mungkin karena anak-anak tidak masuk sekolah dan belajar di rumah, menjadikan mereka lebih banyak kesempatan untuk pergi keluar, sehingga pergaulannya di luar tidak terkontrol,” urainya.

Menghadapi seperti itu menurut Sundus menjadi menjadi dilema bagi para hakim yang menyidangkan dispensasi kawin ini. “Apalagi ketika yang wanita sudah hamil. Upaya yang kita bisa lakukan, sebelum melakukan pendaftaran ke sini mereka kita perintahkan untuk melakukan konseling di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) miliknya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A). Memang ada yang minta dispensasi kawin tidak hamil duluan, karena memang sudah siap menikah, namun ini tidak banyak,” tambah Sundus.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDDaldukKB) Kulonprogo, Drs Mardiya menyatakan adanya peningkatan dispensasi kawin merupakan pertanda Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) harus ditingkatkan. “Ini bisa dengan melibatkan segenap komponen masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh formal, PKK, karang taruna dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R),” kata Mardiya, Sabtu (11/07/2020).

Juga perlu KIE tentang bahaya pergaulan bebas yang berefek pada perilaku seks bebas yang menyebabkan kecelakaan atau hamil di usia remaja yang endingnya harus nikah di usia dini. “Apalagi Pengadilan Agama Kulonprogo menyatakan bahwa nikah dini di Kulonprogo sebagian besar disebabkan karena “kecelakaan” atau hamil dahulu,” ujar Mardiya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI