Dai dan Daiyah Harus Bersinergi Makmurkan Masjid

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dai/Daiyah harus selalu bersinergi untuk memakmurkan masjid. Selain itu harus pula bisa menjadi tauladan bagi jemaah masjid.

“Sehingga bisa terwujud baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Girimulyo, Sarijo SM dalam pelatihan Dai/Daiyah se-Kapanewon Girimulyo di Masjid Nurul Aqso Karanganyar Giripurwo Girimulyo, Kamis (13/08/2020).

Panewu Girimulyo Purwono SSos mengapresiasi terhadap keberadaan DMI Girimulyo yang sudah lama vakum, dengan mengadakan kegiatan pelatihan tersebut. “Konsolidasi organisasi/pengurus baru/program kerja, mulai menggeliat. Aktualisasi kegiatan bertujuan memakmurkan masjid se-kapanewon. Girimulyo beragam suku budaya dan agama, diharapkan tercipta kerukunan, dan ketentraman antar dan intern umat beragama,” harap Purwono.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kulonprogo, Saeful Hadi SAg MPdI berpesan agar dalam memakmurkan masjid merujuk pad acara dakwah Rasulullah. “Seorang dai harus sabar dan punya keluasan hati, siap menerima keberagamaan dan perbedaan di tengah masyarakat. Dai juga dituntut mempunyai keluasan ilmu pengetahuan agama, serta bisa menjadi tauladan/contoh yang baik,” tegas Saeful.

Sedangkan Kasat Binmas Polres Kulonprogo, Sutarno SH lebih menyoroti tentang pentingnya kerukunan umat beragama dan toleransi. “Kerukunan umat beragama merupakan keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya, dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat bernegara di dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45,” terangnya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI