Danrem Pamungkas Tinjau Proyek TMMD di Perbukitan Menoreh

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Semua pihak diimbau mematuhi protokol kesehatan menjelang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kendati dalam pelaksanaannya kadang-kadang membuat perasaan hati kurang nyaman karena tidak lazim dilakukan masyarakat sebelum pandemi Covid-19, tapi untuk saat ini dan masa mendatang penerapan protokol kesehatan menjadi keniscayaan demi suksesnya pencegahan penyebaran virus Korona.

“Salah satu penerapan protokol kesehatan yang berpotensi menyinggung perasaan orang lain, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer setelah bersalaman dengan orang lain. Misalnya saya bersalaman dengan Pak Bupati, kemudian buru-buru mencuci tangan, kalau dalam kondisi normal tindakan ini memang bisa menyebabkan Pak Bupati tersinggung, tapi karena masa AKB maka meski perasaan kita tidak enak tetap harus dilakukan agar tidak terpapar virus Korona,” kata Danrem 072 Pamungkas, Brigjen Ibnu Bintang Setiawan MM saat menyerahkan bantuan secara simbolis 225 paket sembako dari alumni AKABRI ’89 sekaligus peninjauan hasil TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II/ 2020 di Pedukuhan Kliripan Kalurahan Hargorejo Kapanewon Kokap, Rabu (22/07/2020).

Bintang mengaku bangga dengan personel Kodim 0731 Kulonprogo dan masyarakat sekitar lokasi TMMD, lantaran pengecoran jalan yang menghubungkan Pedukuhan Kliripan – Pedukuhan Selo Timur, Hargorejo semula panjangnya sesuai anggaran hanya 500 meter ternyata di lapangan bisa mencapai 570 meter. Selain itu ada juga pemasangan bangket jalan di luar anggaran TMMD.

“Wujud nyata sikap gotong royong masyarakat dan manunggalnya TNI – Rakyat mampu memajukan pembangunan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya didampingi Dandim 0731/ Kulonprogo Letkol Inf Dodit Susanto.

Sedangkan Bupati Drs Sutedjo ‘meluruskan’ anggapan terkait pelaksanaan TMMD yang selama ini berkembang di masyarakat. “Jadi kehadiran TNI di daerah khususnya dalam Program TMMD bukan mereka yang membantu masyarakat dalam membangun daerah, tapi masyarakat dan pemerintah daerah lah yang merasa terbantu dengan adanya keterlibatan anggota TNI tersebut,” jelasnya.

Program TMMD ungkapnya sangat bermanfaat karena bisa membangun akses jalan di kawasan Perbukitan Menoreh sehingga wilayah tersebut terbuka dan perekonomian masyarakat jadi meningkat. “Kehadiran Pak Danrem 072/ Pamungkas di wilayah pegunungan memotivasi kita untuk selalu membumikan semangat gotong royong dalam membangun daerah. Kendati TMMD Sengkuyung dan bukan TMMD Reguler yang menggarap pekerjaan besar tapi manfaatnya besar sekali, mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun wilayahnya termasuk membuat bangket jalan agar tidak terjadi longsor,” tutur bupati.

Danramil 03 Kokap Kapten Czi Sugiarta mengungkapkan, anggaran TMMD sebenarnya hanya bisa untuk pengecoran jalan sepanjang 500 meter tapi dalam pelaksanaanya masyarakat bersama TNI bisa menyelesaikan pekerjaan mencapai 570 meter. “Termasuk membangun bangket jalan ini di luar anggaran,” ujarnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI