Dewan Minta Eksekutif Evaluasi Penambangan Pasir Besi

Editor: Ivan Aditya

KULONOPROGO (KRjogja.com) – Eksekutif diminta mengevaluasi penambangan pasir besi di pesisir selatan. Karena sampai sekarang aktivitas penambangan yang dilakukan PT Jogja Magaza Iron (JMI) tidak jelas.

Permintaan evaluasi tersebut disampaikan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kulonprogo. "Pemkab Kulonprogo hendaknya segera berkoordinasi dengan manajemen PT JMI selaku investor untuk mendapatkan penjelasan," kata juru bicara Banggar Priyo Santoso SH, Jumat (02/12/2016).

Sementara dalam rapat paripurna (Rapur) Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 yang dipimpin Ketua DPRD setempat Akhid Nuryati SE dan dihadiri Pj Bupati Ir Budi Antono MSi, Priyo Santoso mengatakan pentingnya penjelasan perkembangan penambangan pasir besi dari PT JMI sehingga Pemkab bisa mengetahui proses, jumlah produksi dan pendapatan yang diperoleh pihak perusahaan tersebut. “Termasuk kejelasan tentang royalti dari hasil penjualan biji besih untuk daerah yang dulu telah dijanjikan,” ujar politisi PAN tersebut.

Khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU), legislatif minta agar merencanakan pembangunan jalan menuju areal pertambangan di wilayah Kulonprogo dengan konstruksi yang baik,  sesuai kapasitas jalan untuk kendaraan bertonase berat. Sebab truk pengangkut hasil pertambangan sering melebihi ketentuan tonase. Jumlah kendarannya juga cukup banyak.

Sementara Pj Bupati Budi Antono dalam pendapat akhirnya mengatakan, di APBD 2017 pendapatan daerah disepakati sebesar Rp 1,4 triliun. Dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 221,215 miliar, dana perimbangan Rp 979,214 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 199,678 miliar.

"Belanja daerah disepakai Rp 1,426 triliun yang meliputi belanja tidak langsung Rp 823,812 miliar dan belanja langsung Rp 602,953 miliar. Sedangkan pembiayaan daerah dari sisi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 33,389 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 6731 miliar. Sehingga pembiayaan netto Rp 26,658 miliar," terang Budi Antono. (Rul)

BERITA REKOMENDASI