Di Kulonprogo Klaster Baru Bermunculan, Penularan Lewat Perkantoran

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJogja.com– Penularan Covid-19 di perkantoran kembali merebak di Kabupaten Kulonprogo. Ada tiga kantor yang telah terjadi penularan yakni di sekolah 10 positif, salah satu bank swasta di Temon 24 positif , dan Dinas Pariwisata (Dispar) 19 positif.
“Kami sudah dan sedang melakukan tracing kontak erat. Untuk yang sekolah tidak ada penambahan. Sedangkan yang Dispar positif 19, dan 6 menunggu hasil serta 19 tracing kontak erat. Di bank tersebut semula 18 kemudian ada tambahan 6 sehingga 24,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Kulonprogo drg Baning Rahayujati MKes, Rabu sore (16/06/2021).
Terhadap kantor Dispar ditutup Rabu sampai Jumat besok. Bila tidak ada penambahan Senin sudah bisa memberikan pelayanan. Kantor-kantor tersebut juga sudah dilakukan disenfeksi. “Mereka rata-rata bergejala ringan, sehingga isolasi mandiri,” ujar Baning yang menduga penularan diawali dari luar.
Ditegaskan Baning, pada prinsipnya protokol kesehatan di kantor biasanya longgar. “Padahal justru interaksi yang intens di kantor harus dengan prokes yang ketat. Karena ketika mereka membawa Covid dari luar dan berinteraksi di kantor maka ya mudah untuk menularkan banyak orang,” kata Baning sembari menambahkan kasus per 16 Juni terjadi penambahan kasus 94, meninggal 4 dan selesai isolasi 12.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana membenarkan memang terjadi pemaparan di Dispar dan sampai sekarang proses tracing masih dilakukan. “Kami belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab dan kronologi awal penularan. Karena satgas masih mendalami kasus itu,” ujar Fajar.
Diungkapkan Fajar, pegawai yang terjangkit itu tak menunjukkan gejala Korona atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Seluruh pegawai dalam kondisi sehat, sehingga tak perlu menjalani perawatan di rumah sakit.
Pihaknya sudah kroscek dan hasilnya tidak terjadi apa-apa. “Satgas saat ini masih tracing kontak erat. Ada sekitar 10 pegawai lagi yang masuk radar kontak erat dan telah menjalani swab test, tapi hasilnya belum keluar. Tracing ini lanjutnya juga menyasar keluarga dari kasus positif,” ujarnya.
Satgas, kata Fajar, sedang mendalami kemungkinan ada kontak erat di lingkungan destinasi wisata. Apakah dalam dua Minggu terakhir ini mereka (pegawai Dispar) berinteraksi dengan pengelola wisata atau instansi terkait lainnya kami sedang lakukan pendalaman,” jelasnya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI