Di Kulonprogo Terjadi 856 Kasus PMK, Kesembuhan Capai 50 Persen

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo Ir Muh Aris Nugroho mengungkapkan, hingga saat ini jumlah hewan yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kabupaten ini mencapai 856 ekor. Tiga ekor di antaranya dipotong paksa, sementara dua ekor dinyatakan mati.

“Kalau ditambah satu ekor sapi mati di Kapanewon Sentolo, maka total ada tiga ekor ternak mati karena PMK, satu domba dan dua sapi di Kulonprogo. Jadi total kasus PMK di Kulonprogo mencapai 856 ekor tapi angka kesembuhannya cukup tinggi, 422. Sekitar 50 persen dari 856 sembuh 422, sehingga kita terus upayakan pengendalian bekerja sama dengan instansi terkait,” jelas Aris di ruang kerjanya, Rabu (6/7).

Diungkapkan, bantuan dari jajaran TNI, Polri di lapangan untuk surveillance, pengawasan, desinfektan serta pengobatan. Dalam upaya penanganan PMK, pihaknya telah mengusulkan anggaran Rp 400 juta, khususnya alokasi obat dan sarana prasarana.

“Kemarin kita sempat minim sekali obatnya. Kemudian setelah ada bantuan APBD sudah kita siapkan dan sekarang stok sudah tercukupi,” jelasnya menambahkan sebelum ada alokasi anggaran, penanganan PMK hanya menggunakan stok obat yang ada.

Aris melihat penambahan kasus PMK di Kulonprogo terhitung landai. Tidak terjadi lonjakan kasus PMK secara drastis. “Trennya kita masih landai dan tingkat kesembuhannya cukup tinggi. Jadi tidak ada kasus yang melonjak,” tutur Aris.

DPP ungkapnya akan melakukan evaluasi terhadap pekembangan kasus PMK setelah Hari Raya Idul Adha nanti. Harapannya tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan setelah hari raya kurban.

Sementara itu Pj Bupati Kulonprogo Drs Tri Saktiyana mengatakan, untuk memudahkan pendataan panitia kurban diharap mendaftar dan melapor ke dinas baik secara online maupun offline.

“Sekarang kan sudah ada aplikasinya, sehingga warga bisa mendaftar dan melapor lewat aplikasi atau langsung ke dinas juga bisa,” ujarnya mengingatkan masyarakat untuk menyembelih hewan kurban yang sehat. (Rul)-

 

BERITA REKOMENDASI