Dinas Pertanian dan Pangan Asuransi Usaha Tani Padi dan Sapi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo memprogramkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Pemerintah memberikan subsidi sebagian dari premi yang harus dibayarkan oleh petani maupun peternak sapi.

Kepala Dinas PP Kulonprogo, Muhammad Aris Nugraha mengatakan baik AUTP maupun AUTS merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian (Kementan) dengan sasaran para petani dan peternak sapi di Kulonprogo. Menurutnya, tanggungan AUTP selama empat bulan mulai dari masa tanam hingga panen. Di tahun 2020 menargetkan sekitar 1.000 petani mengasuransikan tanaman padi dari risiko gagal panen karena bencana serangan hama penyakit, kekeringan dan bencana banjir.

“Program AUTP dan AUTS sudah disosialisasikan. Laporan terakhir dari Bidang Tanaman Pangan, sampai sekarang sudah mengikutkan sekitar 911 petani untuk perlindungan tanaman padi,” ujar Aris Nugraha, belum lama ini.

 

Terpisah, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Bidang Tanaman Pangan, Dinas PP Kulonprogo, Yuliwati menjelaskan asuransi perlindungan tanaman padi dalam jangka waktu satu musim tanam padi atau empat bulan. Pemerintah memberikan subsidi untuk pembayaran premi pembayaran sebesar Rp 144,000 perhektare dan ditanggung petani sebesar Rp 36.000 perhektare.

Jika gagal panen akibat serangan hama penyakit, bencana kekeringan dan banjir akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi yang ditunjuk pemerintah. Menurutnya, besaran ganti rugi akibat kegagalan panen senilai Rp 6 juta perhektare.

Perhitungan gagal panen sebesar 75 persen dari luasan petak sawah alami yang diikutkan AUTP. “Optimis target seribu petani dapat tercapai di 2020,” tutur Yuliwati.

Untuk peternak sapi yang diikutkan program AUTS, jelasnya, menyasar peternak sapi usaha kecil pembibitan dan pembiakan. Jangka waktu kepesertaan satu tahun untuk sapi betina sehat, berumur satu tahun, masih produktif dan memiliki identitas jelas.

Mendapatkan subsidi pembayaran premi dari pemerintah sebesar Rp 160.000 dan swadaya dari peternak Rp 40.000 per tahun. Besaran ganti rugi Rp 10 juta perekor, jika sapi yang diasuransikan mati karena penyakit, kecelakaan, beranak atau hilang karena pencurian. (Ras)

BERITA TERKAIT