Dinas Pertanian dan Pangan Cegah Serangan Antraks

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sejumlah 30 petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo diterjunkan dalam melaksanakan program vaksinasi terhadap hewan ternak, baik kambing maupun sapi milik warga guna mencegah serangan virus antraks di 40 pedukuhan yang tersebar di Kecamatan Girimulyo, Samigaluh dan Nanggulan, Selasa (03/09/2019). Kegiatan yang melibatkan dokter hewan tersebut akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang.

Selama dua bulan, mereka bertugas memberi vaksin terhadap hewan ternak milik warga di tiga kecamatan tersebut. Adapun jumlah ternak yang harus divaksin ditargetkan sebanyak 5.000 ekor.

"Populasi ternak di Kecamatan Girimulyo, Samigaluh dan Nanggulan ada sekitar 8.000 sampai 10.000 ekor, tapi kami targetkan 5.000 dulu. Karena biasanya, sisa dari jumlah tersebut merupakan ternak yang sedang bunting dan masih kecil, sehingga tidak boleh mendapat vaksin, karena bisa menyebabkan keguguran dan yang kecil belum kuat menerima vaksin," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan setempat, Drajat Purbadi.

Dipilihnya tiga kecamatan tersebut sebagai lokasi vaksinasi dilatarbelakangi riwayat kasus antraks pernah terjadi di Desa Purwosari Kecamatan Girimulyo pada 2017. Diketahui hewan ternak warga terjangkiti virus antraks setelah mengkonsumsi daging sapi yang ternyata sudah terpapar bakteri Bacillus anthracis, bakteri yang membawa virus antraks.

Sehingga pemkab mengambil langkah-langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran penyakit dimaksud. Salah satunya melaksanakan program vaksinasi yang berlanjut sampai sekarang. Bahkan menjadi program tahunan.

Drajat Purbadi menambahkan, dalam optimalisasi mencegah penyebaran penyakit hewan tersebut, maka vaksinasi tidak hanya dipusatkan di Desa Purwosari tapi juga desa-desa lain di Kecamatan Girimulyo, Samigaluh dan Nanggulan. Peternak kambing, Sunarto, warga Pedukuhan Sabrang Kidul, Purwosari berharap dengan adanya vaksinasi kesehatan hewan ternak warga terjaga dan kasus antraks tidak terulang lagi. (Rul)

BERITA REKOMENDASI