Dinsos P3A Agar Perbaiki Basis Data Terpadu

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Kulonprogo diminta untuk memperbaiki basis data terpadu warga miskin atau kurang mampu. Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo, angka kemiskinan tahun 2019, sebesar 17,38 persen.

“Saya kaget dengan tingginya jumlah penerima bantuan sosial pada masa pandemi Covid-19 ini. Karena itu, saya minta Dinsos P3A Kulonprogo untuk memperbaiki basis data terpadu (BDT) dengan baik, sehingga ketika ada bantuan, bisa tepat sasaran,” ujar anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Kulonprogo Istana SH MIP, Jumat (26/06/2020).

Istana juga meminta Dinsos P3A konsisten dalam menerapkan kriteria kemiskinan. “Jangan membuat kriteria sendiri, sehingga banyak kemiskinan baru. Munculnya kemiskinan baru di Kulonprogo dikarenakan tidak konsistennya penerapan kriteria kemiskinan. Maka muncul subjektivitas dan nepotisme dalam pembagian bantuan sosial,” ucapnya.

Di Kulonprogo, menurut Drs Y Irianta MSi Kepala Dinsos P3A, sejumlah 62 persen dari 148.356 Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan Jaring Pengamanan Sosial (JPS) dari pemerintah pusat hingga desa dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. “Warga kurang mampu semua mendapatkan bantuan, baik yang berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos), bantuan sosial dari Pemda DIY, penerima BPNT reguler, BLT dari kabupaten dan BST dana desa,” papar Irianta. (Wid)

BERITA REKOMENDASI