Dipertahut Keluhkan Bantuan Alsintan Hilang

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO (KRjogja.com) – Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Kulonprogo Ir Tri Hidayatun prihatin dengan sikap ceroboh kelompok tani yang tidak mampu menjaga dan merawat alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah, sehingga hilang digondol maling. Selain merugikan pemerintah kejadian tersebut menghambat kelompok tani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Insiden hilangnya alsintan hendaknya menjadi pelajaran berharga dan ke depan jangan sampai terjadi lagi.

"Sebenarnya pemerintah tidak kurang-kurangnya memberikan fasilitas untuk kelompok tani. Mulai bantuan jaringan irigasi tersier sampai alsintan. Sayangnya masih ada kelompok tani yang tidak handarbeni atau tidak punya rasa memiliki fasilitas yang diberikan sehingga tidak mau merawat dan menjaganya. Seperti yang terjadi Pedukuhan Kemesu Desa Banjararum, Kalibawang, traktor bantuan sampai hilang karena ditinggal di sawah," ungkapnya saat menghadiri Hari Temu Lapang Petani (Farmer Field Day) di Bulak Tegal Weru Pedukuhan Sanggarahan Desa Banjarharjo, Kalibawang, Senin (28/11/2016).

Ditambahkan, sebelum traktor diserahkan Dipertahut, ketua kelompok tani penerima bantuan menandatangani surat kerjasama. Dalam perjanjian diatur kalau alsintan hilang maka kelompok tani wajib menggantinya. "Saya sudah wanti-wanti agar alsintan disimpan di tempat aman. Hilangnya alsintan di Kemesu karena ditinggal di sawah," tegasnya.

Sementara itu Danramil 05/ Kalibawang Kapten Inf Nurhadi Wijaya berkomitmen siap membantu kelompok tani di daerahnya agar produksi padi mereka meningkat sehingga kesejahteraan petani bertambah dan program percepatan swasembada pangan di Kulonprogo tercapai. "Personel kami selalu terlibat aktif dalam setiap kegiatan kelompok tani," tuturnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI