Dirut BPJS Kesehatan Ali Gufron Tinjau JKN-KIS ‘Mobile’ Di Puskesmas Temon I

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan, pihaknya memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kulonprogo. JKN-KIS yang bisa diakses secara daring diharapkan bisa mendukung layanan kesehatan di kabupaten ini.

Menurutnya layanan kesehatan bagi masyarakat saat ini sebenarnya dipermudah dengan kehadiran JKN mobile. Pihaknya berharap Puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mengenalkan program JKN-KIS juga diharapkan berdampak signifikan terhadap layanan kesehatan. “Aplikasi JKN mobile luar biasa untuk mengakses layanan kesehatan di Puskesmas. Masyarakat bisa menunggu di rumah dan mengunduh aplikasi tersebut kemudian bisa mengakses sejumlah fitur yang ada di dalamnya,” kata Ali Ghufron di sela kunjungannya ke Puskesmas Temon I, Kulonprogo, Jumat (4/2).

Berdasarkan pantauan di Puskesmas Temon I memang masih ditemukan warga yang datang ke Puskesmas untuk melakukan pendaftaran secara manual. Masyarakat belum yakin betul data yang ditampilkan di JKN mobile. “Takut antriannya dilewati orang sehingga warga datang lebih awal padahal rumahnya dekat. JKN mobile tidak hanya untuk mengakses layanan kesehatan tapi juga bisa untuk melihat data kepesertaan BPJS,” jelasnya.

Ali Ghufron melihat pelaksanaan JKN mobile di Puskesmas Temon I maksimal. Masyarakat benar-benar dipandu untuk mendapatkan JKN-KIS. “Kita bisa melihat beberapa indikatornya. Program JKN-KIS di Puskesmas Temon I ternyata sudah terintegrasi dengan data BPJS Kesehatan. Jadi, sudah ada bridging. Itu yang kita inginkan. Sehingga peserta BPJS terlayani secara maksimal,” tutur Gufron.

Aplikasi mobile JKN merupakan produk inovatif BPJS Kesehatan sebagai upaya memudahkan calon peserta dan peserta JKN-KIS. Dengan aplikasi tersebut, kegiatan administratif yang biasa dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan dapat dilakukan di mana dan kapan saja tanpa batasan waktu.

Kepala Puskesmas Temon I dr Setiaji Wibowo mengungkapkan, ada sejumlah kendala dalam pengenalan aplikasi JKN mobile. Khususnya, literasi terkait pemanfaatan teknologi informasi oleh peserta BPJS yang masuk kategori lansia. “Para lansia memang perlu pendampingan dalam mengoperasikan JKN mobile. Agar kendala tersebut teratasi maka kami perlu memaksimalkan sosialisasi agar peserta BPJS paham cara mengoperasikannya. Terkait sinyal tidak masalah,” ungkapnya.

Sesuai data Puskesmas Temon I, peserta JKN-KIS Kapanewon Temon mencapai 15.600 dengan jumlah penduduk di wilayah Temon yang mencapai 15.900 jiwa. Peserta JKN-KIS di wilayah Temon memang tidak hanya berasal dari wilayah setempat tapi juga dari kabupaten lain. Seperti warga Purworejo Jateng. “Demikian juga warga Kapanewon Kokap dan Pengasih juga ikut kami. Antrian online JKN mobile di sini berjalan baik. Kami berharap layanan kesehatan melalui JKN mobile berdampak baik bagi masyarakat,” harapnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI