Dishubkominfo Berhasil Tarik RPMT 100 Persen

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berhasil menarik Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi (RPMT) sekitar Rp 760 juta. Dengan terbayarnya retribusi selama 2015 oleh pihak Wajib Retribusi (WR) tersebut maka retribusi dari sektor RPMT telah mencapai target 100 persen.

Kasi Yanfas Izin Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat Rusdi Suwarno mengatakan, tercapainya target penarikan retribusi tidak lepas bersedianya pemilik menara membayar RPMT selama 12 bulan. “Jadi pembayaran Rp 760 juta lebih tersebut merupakan masa retribusi Januari-Desember 2015 dan hal itu bisa terealisasi hasil diskusi panjang serta kebesaran hati pihak wajib retribusi yang bisa memahami alasan yuridis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo," katanya kepada KRjogja.com, Selasa (09/08/2016).

Dijelaskan, sebelum Pemkab Kulonprogo melakukan penarikan RPMT dan pihak WR tidak bersedia membayar retribusi memang telah terjadi polemik di tingkat nasional terkait penarikan RPMT pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI No 46/PUU-XII/2014 tanggal 26 Mei 2016 dengan amar putusan menyatakan, Penjelasan Pasal 124 UU Nomor 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Padahal pasal 124 beserta penjelasannya oleh pemkab/ kota di seluruh Indonesia selama ini dijadikan dasar menghitung besaran tarif RPMT yang dituangkan dalam peraturan daerah (perda) masing-masing.

Pascaputusan MK maka di tataran implementasi telah menimbulkan banyak reaksi baik dari pihak WR maupun pemkab/kota terhadap perlakuan dan legalitas penarikan RPMT 2015 mengingat Putusan MK terbit pertengahan tahun anggaran berjalan yakni 26 Mei 2015. Beberapa reaksi yang muncul WR tidak bersedia membayar RPMT Tahun 2015 sebelum perda disesuaikan dengan putusan MK. WR hanya bersedia membayar RPMT Tahun 2015 selama lima bulan (Januari-Mei 2015).

Pihaknya bersyukur karena hampir semua WR di Kulonprogo bersedia membayar retribusi selama setahun (Januari-Desember 2015). (Rul)

BERITA REKOMENDASI