Dishubkominfo Siapkan Papan Informasi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO (KRjogja.com) – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo akan segera memasang papan nama dan informasi di setiap menara telekomunikasi yang ada di Kulonprogo. Pemasangan papan ini, merupakan bagian dari pelayanan atas retribusi yang telah dibayarkan oleh Wajib Retribusi (WR) atas Retribusi Pengendalian Menara  Telekomunikasi (RPMT).

Kasi Yanfas Izin, Bidang Kominfo, Dishubkominfo Kulonprogo, Rusdi Suwarno menyampaikan, papan nama dan informasi yang terpasang diharapkan dapat menimbulkan rasa aman berinvestasi bagi pemilik menara atau WR. Dengan demikian, ketersediaan akses komunikasi bagi masyarakat Kulonprogo dapat terpenuhi. "Ini merupakan salah satu bentuk pelayanan atas retribusi yang telah dibayarkan oleh WR," kata Rusdi di Wates, Senin (15/08/2016).

Disampaikannya, pemasangan papan nama dan informasi akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran. Pada anggaran perubahan tahun ini, Dishubkominfo juga berupaya mengajukan tambahan anggaran untuk menyelesaikan pemasangan papan nama dan informasi tersebut. "Mudah-mudahan bisa disetujui," imbuhnya.

Rusdi menjelaskan, saat ini sedang terjadi polemik nasional pada penarikan RPMT pasca Putusan Mahkamah Konstusi (MK) yang menyebutkan bahwa penjelasan Pasal 124 UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bertentangan dengan UUD Tahun 1945 serta tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.  Padahal Pasal 124 beserta penjelasannya, oleh pemerintah kabupaten/ kota di seluruh Indonesia selama ini dijadikan dasar menghitung besaran tarif RPMT yang dituangkan dalam Perda masing-masing.

"Pasca adanya putusan MK tersebut, WR di kabupaten/ kota se-Indonesia tidak bersedia membayar RPMT tahun 2015 sebelum ada Perda yang disesuaian putusan MK. WR hanya bersedia membayar RPMT tahun 2015 selama lima bulan, Januari-Mei 2015, yaitu sampai putusan MK terbit," jelasnya.

Namun menurut Rusdi, kondisi berbeda terjadi di Kulonprogo. Hingga Agustus ini, pembayaran justru telah terealisasi 100 persen dari target yang dibebankan. Pasalnya, pemilik menara bersedia membayar RPMT selama 12 bulan, untuk masa retribusi Januari-Desember 2015. "Realisasi ini tak lepas dari hasil diskusi panjang dan kebesaran hati dari semua pihak terutama pihak WR yang bisa  memahami alasan yuridis dari Pemkab Kulonprogo," ungkapnya. (Unt)

BERITA REKOMENDASI