Diskominfo Gelar Rakor Antisipasi ‘Hoax’ Seputar Covid-19

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dalam upaya mengatasi merebaknya hoax atau berita bohong, Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo menggelar rapat koordinasi (rakor) edukasi, sosialisasi dan antisipasi mensikapi berita bohong tentang Covid-19.

Kepala Diskominfo, Drs Rudiyatno mengatakan, peran aktif organisai perangkat daerah (OPD), polres dan kodim sangat diharapkan dalam memerangi hoax, karena berita bohong menyesatkan masyarakat. “Penanganan berita bohong menjadi tanggungjawab kita bersama dan kami mohon koreksi apabila dalam penyebarluasan informasi melalui website, Kominfo atau medsos, IG, Facebook dan media lainnya masih kurang pas atau bahkan tidak benar,” kata Rudiyatno usai rakor di Ruang Rapat Bagian Rumah Tangga Setda Kulonprogo, Kamis (04/03/2021).

Sementara itu Kabid IKPS Bambang Susilo, mengatakan selama ini Diskominfo sudah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai Covid-19 melalui berbagai media, salah satu media yang paling sering digunakan media online seperti website atau medsos.

Selain itu, juga melalui media elektronik, media cetak dan media luar ruang. “Karena keterbatasan anggaran makakami sering menggunakan media online,” tegasnya.

Disamping itu juga membagikan rilis mengenai penambahan pasien covid setiap harinya serta klarifikasi hoax yang beredar di masyarakat rutin diposting setiap hari. “Demi kesempurnaan penanganan hoax terkait Covid-19 kami mohon masukan dari OPD sehingga program tersebut bisa terlaksana dengan baik,” pintanya.

Anggota Kodim 0731/ Kulonprogo, Kapten Kapten Irwan Setio Wardana, menegaskan tentang sering beredarnya hoax, pihaknya selalu mengingatkan jajarannya hingga ke level Babinsa, untuk selalu berhati-hati dalam penyebarluasan informasi. “Tidak boleh nge-share informasi sebelum tahu betul kebenaran berita tersebut,” tuturnya.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry PW, mengatakan penanganan hoax yang sifatnya lokal bisa diatasi dengan membuat group khusus beranggotakan OPD.

Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Setda Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an menjelaskan, selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai Covid-19. Salah satunya memasukkan Covid-19 sebagai materi khutbah di masjid-masjid. (Rul)

BERITA REKOMENDASI