Diskop UKM Apresiasi 13 Koperasi Berprestasi

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) termasuk sektor yang mengalami dampak negatif akibat pandemi Covid-19. Sehingga beragam konsekuensi seperti pemutusan hubungan kerja, penurunan omset dan penerapan kebijakan internal untuk efisiensi biaya cost organisasi.

“Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak negatif pada sektor kesehatan tapi juga ‘memukul’ berbagai sektor perekonomian, Termasuk koperasi dan UMKM baik secara langsung maupun tidak tetap ikut terdampak. Saya mengajak masyarakat bersama-sama mendukung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebagai upaya menurunkan dan mengendalikan penyebaran virus Korona,” kata Bupati Kulonprogo Sutedjo dalam sambutannya dibacakan Wabup Fajar Gegana pada puncak Peringatan Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021 secara langsung, webinar dan live streaming, di Command Room Diskominfo setempat, Kamis (29/7).

Peringatan bertema ‘Transformasi Digital Koperasi Menuju Bisnis Modern yang Kuat dan Bermartabat’ dengan tagline Untung Bareng Koperasi, Koperasi Keren, UMKM Naik Kelas, Indonesia Maju dihadiri Asisten II Setda Bambang Tri Budi Hartono dan Kepala Diskop UKM Dra Sri Hermintarti. Sementara sarasehan menghadirkan narasumber dosen Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Bangun Putra Prasetya.
Meski semangat membangun kesadaran masyarakat bahwa koperasi memiliki potensi besar meningkatkan ekonomi anggota dan kesejahteraan masyarakat. Tapi koperasi belum jadi pilihan utama kelembagaan ekonomi rakyat. Berbagai masalah dan kasus koperasi muncul karena kelalaian, salah kelola maupun praktek koperasi mono. Solusinya pemerintah menerbitkan PermenkoUKM no 9/2020 tentang Pengawasan Koperasi.

“Saya mengingatkan pelaku UMKM senantiasa meningkatkan kualitas produknya agar punya daya saing dengan terus berinovasi bukan hanya jadi pelengkap produk lain tapi mampu merebut pasar produk daerah lain,” imbau bupati.

BERITA REKOMENDASI