Diskop UKM – BPD DIY Cabang Wates Jalin Kerjasama Implementasi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Bupati Drs Sutedjo mengapresiasi semua yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kulonprogo serta komitmen Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Cabang Kulonprogo dalam upaya menggeliatkan roda perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kapanewon Kalibawang penghasil durian dan rambutan. Output pelatihan harus menghasilkan bahan olahan durian dan rambutan. Misalnya wajib rasa durian, kripik durian, kripik punggi dan lainnya. Jadi jangan hanya menjual buah durian dan rambutan, tapi harus kreatif,” katanya saat menutup pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Olahan Wajik dan Getuk (Dak Non Fisik) di RM Progo Arum Banjararum, Kalibawang, Kamis (27/05/2021).

Penutupan diwarnai penandatanganan perjanjian kerjasama PT Bank BPD DIY Cabang Wates dengan Dinas Koperasi UKM Kulonprogo tentang implementasi traksaksi non tunai pada koperasi dan pelaku UKM di Kabupaten Kulonprogo. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula penyerahan secara simbilis QRIS Ultimate Automated Transaction (QUAT) Bank BPD DIY pada dua koperasi pengelola Toko Milik Rakyat (Tomira).

Untuk bangkit akibat pandemi Covid-19, para pelaku UMKM diminta tetap semangat tanpa sambat. Bahkan harus semakin kreatif dan inovatif menghasilkan produk yang laris di pasaran sehingga kesejahteraan meningkat. Tentang implementasi transaksi non tunai, Sutedjo mengatakan banyak memberi manfaat dan keuntungan bagi masyarakat. Selain meminimalisir kehilangan, menghindari risiko aksi kejahatan juga lebih mudah dan praktis.

Pimpinan Cabang Bank BPD DIY Cabang Wates Didit Respati Setiadi mengatakan, dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat dan kompetitif serta masuknya era globaliasi dan MEA, pengembangan SDM koperasi dan pelaku UKM menjadi salah satu skala prioritas yang secara konsisten terus dilakukan pemerintah. Sektor ini bisa memberi kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bank BPD DIY dan Pemkab Kulonprogo sangat fokus dan konsisten serta terus menerus untuk menumbukembangkan koperasi dan UKM. Melalui pelatihan ini kami berharap bisa mewujudkan peningkatan kualitas SDM koperasi dan pelaku UKM yang berdedikasi, kompeten, disiplin, ulet, cerdas dan handal serta siap kerja dalam mengelola Koperasidan mengembangkan UKM,” tuturnya.

Kepala Diskop UKM, Dra Sri Hermintarti mengungkapkan, di antara tujuan perjanjian, untuk mengoptimalkan transaksi non tunai bagi koperasi dan pelaku UKM melalui fasilitas layanan PT Bank BPD DIY. Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan reformasi birokrasi dengan mendukung program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) dan menciptakan Cashless Society di Kulonprogo. “Pelatihan berangsung tiga hari dan diikuti 25 peserta,” ujarnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI