Disnakertrans Kulonprogo Berangkatkan 3 KK ke Muna Sulawesi

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sebanyak tiga kepala keluarga (KK) calon transmigran diberangkatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo ke Desa Raimuna Kecamatan Maligano Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (28/10/2019). 
 
Kepala Disnakertrans Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana SE mengungkapkan, 3 KK catrans asal Kulonprogo Senin (28/10/2019) berangkat secara bersama-sama dari Disnakertrans Kulonprogo menuju Transito Yogyakarta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan direncanakan Rabu (30/10/2019) terbang dengan pesawat ke lokasi di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Raimuna Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara.
 
“Kita berangkatkan catrans 3 KK dengan 7 jiwa, sesuai dengan kuota yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Kulonprogo ke lokasi di UPT Raimuna, Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara, dengan transportasi udara sehingga sehari bisa sampai ke lokasi,” terang Eko.
 
Lebih lanjut Eko menyatakan seluruh catrans sudah diberi bekal ketrampilan melalui pelatihan baik di selenggarakan oleh pusat di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Sleman, Transito Disnakertrans DIY dan Balai Latihan Kerja (BLK) Wates, sehingga diharapkan mampu mengolah lahan pertanian di lokasi tujuan yang akan meningkatkan kesejahteraannya. "Bergotongroyonglah dalam mengolah lahan, maka akan terasa ringan, serta perhatikan pendidikan bagi anak, dan ikuti aturan budaya masyarakat yang ada di tempat baru," pesannya.
 
Ditambahkan Kepala Bidang Transmigrasi, Heri Widada SIP MM mengatakan, selain memperoleh rumah permanen, lahan sekitar 2 hektar, jatah hidup (jadup) selama satu tahun, Pemkab Kulonprogo juga memberi bantuan modal sebesar Rp 5 juta yang ditransfer ke rekening masing-masing KK. "Saya optimis kalau niatnya sudah bulat dengan ikhtiar, masa depan akan lebih baik dibanding di Kulonprogo. Hari ini 3 KK berangkat, tahun lalu 3 KK sudah di lokasi yang sama dan kerasan dengan kondisi lokasi yang ada, tanahnya subur, alamnya indah, karena sambil mengolah lahan kalau istirahat bisa melihat deburan ombak pantai yang indah,” terang Heri yang beberapa bulan yang lalu telah melakukan survei lokasi. (Wid)
 
 

BERITA REKOMENDASI