Dispar Kulonprogo Larang Wisatawan Mandi di Laut

Editor: Ivan Aditya

KULONPOGO, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo mengeluarkan larangan bagi para wisatawan mandi atau berenang di laut. Objek wisata (Obwis) pantai selatan di Kulonprogo masih menjadi favorit wisatawan. Pada masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019, kunjungan wisata diperkirakan mencapai 50.000 orang.

Kepala Dispar Kulonprogo Niken Probo Laras mengimbau kepada pengunjung yang berwisata di pantai selatan Kulonprogo saat tahun baru untuk tetap berhati-hati. Potensi gelombang laut besar dinilai membahayakan keselamatan dan keamanan para wisatawan.

“Untuk mengantisipasi keamanan dan keselamatan wisatawan di tahun baru, Dispar sudah mengkoordinasikan dengan pengelola wisata, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Tim SAR dan petugas kepolisian dari Polsek setempat,” ujar Niken.

Menurutnya, Dispar juga memberikan peringatan kepada para wisatawan dengan memasang spanduk peringatan, berisikan larangan mandi atau berenang di laut. Pemasangan spanduk di sejumlah objek wisata pantai yang akan dibanjiri pengunjung untuk berwisata di tahun baru 2019.

Wisatawan yang mengadakan kunjungan wisata ke sejumlah obwis alam di kawasan perbukitan Menoreh Kulonprogo, juga diminta berhati-hati. Di musim penghujan sebagian obwis berada di daerah rawan longsor.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Dispar Kulonprogo, Sari Wulandari menjelaskan di masa liburan Nataru 2019 puluhan ribu wisatawan akan mengunjungi obwis pantai dan alam di Kulonprogo. Kunjungan wisata diperkirakan hampir sama pada liburan Idul Fitri 2018.

“Dispar sudah memasang delapan spanduk peringatan larangan mandi atau berenang di laut. Sebelumnya juga sudah koordinasi dengan pengelola obwis dan kepolisian di Polsek setempat,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pilihan pengunjung yang berwisata di Kulonprogo. Selain wisata pantai, banyak obwis alam di kawasan perbukitan Menoreh. Wisatawan diminta tetap berhati-hati karena sebagian medan berat dan terdapat beberapa titik daerah rawan longsor. (Ras)

BERITA REKOMENDASI