Ditengah Mewabahnya Covid-19, Pegiat Seni Budaya Tetap Mengabdi

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Mewabahnya virus corona atau Covid-19 sangat berpengaruh kehidupan pelaku seni dan kegiatan seni budaya di Kulonprogo. Kelompok–kelompok kesenian yang sebelumnya bisa tampil dan dinikmati di setiap daerah dan setiap waktu, kini hanya bisa dilihat melalui pentas daring atau online terutama lewat chanel You Tube. Padahal belum semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya, apalagi harus bergantung pada jaringan wifi, belum merata di seluruh wilayah DIY.

Pengawas/ Tim Monitoring dan Evaluasi Desa/ Kalurahan Budaya Kabupaten Kulonprogo, L Sujatmiko Edy P, SSn mengatakan, kegiatan seni melalui daring mengedukasi masyarakat maupun kelompok-kelompok seni di era kenormalan baru pada masa Covid-19.

“Taman Budaya Kulonprogo yang megah bisa dimanfaatkan untuk berbagai event budaya termasuk ajang tampil kelompok-kelompok kesenian. Terlebih telah beroperasinya YIA, sebetulnya jadi peluang bagi masyarakat industri kesenian maupun kelompok-kelompok seni untuk lebih banyak tampil dan permintaan pentas karena akan banyak wisatawan datang ke Kulonprogo,” katanya, Minggu (27/11/2020).

Sayangnya peluang yang menjanjikan tersebut belum banyak dirasakan para pelaku seni karena wabah virus corona. “Memang tidak mudah dan tidak bisa optimal. Walaupun secara keseluruhan kegiatan pengawasan dan monitoring pendamping Desa/ Kalurahan Budaya bisa terlaksana dengan baik sesuai program yang telah direncanakan,” ujarnya.

Faktanya dari hasil pengawasan dan monitoring pendampingan oleh para pendamping seni budaya di setiap desa/ kalurahan budaya banyak menemui kendala, karena dalam melaksanakan tugasnya harus sesuai protokol kesehatan sekaligus mengedukasi masyarakat supaya setiap pertemuan harus selalu pakai masker, rajin cuci tangan dengan sabun serta membatasi pertemuan.

“Kendala bisa diatasi dengan pembatasan jumlah peserta sehingga bisa menampilkan hasil pendampingan berupa pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan antara lain warisan budaya, sastra, upacara adat, kemasan kerajinan, kuliner, kesenian yang telah dilatih dan siap tampil di YIA,” ungkap L Sujatmoko.

Pihaknya berharap Covid-19 segera berakhir sehingga masyarakat bisa kembali beraktifitas normal dan ekonomi pulih. Sebagai abdi budaya dirinya sangat peduli pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kulonprogo, terlebih adanya UU no 13/ 2012 tentang Keistimewaan DIY. “Payung hukum bagi masyarakat dalam mengimplementasikan seni di kehidupan sehari-hari dan punya rasa handarbeni budayanya sendiri dengan nilai-nilai luhur budaya Yogjakarta tercermin dalam watak yang disebut Satriya yakni sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh,” jelasnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI