Ditetapkan Sebagai Pintu Masuk WNA, YIA Pastikan Kesiapan Fasilitas

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pengelola Yogyakarta International Airport atau Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), manajemen PT Angkasa Pura (AP) I berupaya memastikan kesiapan fasilitas pendukung bersama instansi terkait. Langkah tersebut merupakan respon cepat atas diterbitkannya Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-01.GR.03.01/ 2021 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-01.GR.03.01/ 2020 tentang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tertentu sebagai Tempat Masuk dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Alhamdulillah BIY termasuk dalam penambahan daftar Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu sebagai pintu masuk Warga Negara Asing (WNA) dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Dalam Keputusan MenkumHAM tersebut, menambahkan BIY sebagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tertentu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Yogyakarta,” kata PTS General Manager (GM) BIY, Agus Pandu Purnama , Jumat (12/02/2021).

Dengan adanya kebijakan tersebut pihaknya langsung mengambil langkah berkoordinasi bersama stakeholder terkait, Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Satgas Covid-19 DIY, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai, Bappeda, BPBD DIY, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, Karantina Ikan dan Karantina Pertanian.

Koordinasi dilakukan setelah dirinya bersama jajaran dan pimpinan instansi terkait bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X, mengenai potensi dan kesiapan pendukung YIA sebagai pintu masuk penerbangan internasional khususnya di masa pandemi Covid-19. Diungkapkan, dalam Permenkum dan HAM nomor 26/ 2020, kategori WNA yang diperbolehkan memasuki wilayah Indonesia adalah WNA pemegang paspor diplomatik, pemegang izin tinggal terbatas, pemegang izin tinggal tetap dan WNA yang memiliki izin dari Kementerian atau Lembaga terkait.

Pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia wajib mengikuti protokol kesehatan, seperti WNI dan WNA (sesuai kriteria) harus mengikuti persyaratan menunjukan hasil negatif RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan, mengisi e-HAC dan melakukan tes ulang RT-PCR saat tiba serta wajibmelaksanakankarantina selama 5×24 jam.

Lokasi karantina WNI ini berada pada area khusus, yang akan ditentukan oleh Pemda DIY, dengan kondisi bahwa hotel atau penginapan yang telah mendapatkan sertifikasi karantina Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya mandiri.

“Prinsipnya seluruh instansi atau lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab melayani penerbangan internasional dan mengimplementasikan Surat Edaran Satgas Covid-19 menyatakan siap dan mendukung. Kesiapan tersebut, pemeriksaan dokumen kesehatan, imigrasi, bea cukai, pelayanan pengawasan produk ikan, hewan dan tumbuhan serta laboratorium tes RT-PCR,” tegas Agus Pandu Purnama.

Mengenai lokasi karantina dan transportasi pengangkut dari BIY akan dikoordinasikan dengan Pemda DIY dan pemkab. Sebagai alternatif lokasi karantina, hotel di Yogyakarta yang sesuai ketentuan sertifikasi Kemenkes dan akan disiapkan alternatif transportasi armada pengangkut menuju lokasi area karantina.

“Kami berupaya memastikan semua prosedur dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, sehingga masyarakat Yogyakarta dapat membuka diri dengan rasa aman dan nyaman,” jelas Agus Pandu Purnama. (Rul)

BERITA REKOMENDASI