Ditjen Perkeretaapian Fokus Pengujian KA YIA

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Zulfikri membantah peresmian kereta bandara dan stasiun kereta api Yogyakarta International Airport (YIA) pada 17 Agustus mendatang. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) saat ini sedang fokus melakukan pengujian kereta bandara tersebut.

Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian, sebelum dioperasikan maka prasarana dan sarana harus dilakukan pengujian untuk memastikan apa yang sudah dibangun dan apa yang akan dioperasikan telah memenuhi standar tertentu, sehingga laik dan layak operasi agar keselamatan perkeretaapian bisa terjamin.

“Dalam pembangunan KA YIA juga demikian. Kami sedang melakukan proses pengujian dan belum mengusulkan kapan KA YIA diresmikan. Statemen saya ini sekaligus meluruskan pemberitaan yang beredar terkait tanggal peresmian,” tegas Zulfikri dalam realesnya yang dikirim Humas YIA dan diterima KRJOGJA.com, Kamis (12/08/2021).

Setelah hampir rampung semua pembangunan prasarana perkeretaapian ungkapnya, secara simultan dilakukan pengujian. “Semua proses pengujian KA YIA dilakukan dengan ketat. Rangkaian pengujian yang dilakukan antara lain pengujian prasarana meliputi kelaikan prasarana sipil dan track, sinyal dan telekomunikasi, training operation dan pendinasan persinyalan. Selain itu, ada pengujian beban statis dan dinamis jembatan serta pengujian track dengan kereta ukur/akselerometer,” ungkapnya.

Pengujian sarana terbatas atau tanpa penumpang pada jalur ganda paparnya telah dilakukan sejak 19 Juli 2021 lalu pada jalur hilir dengan mengoperasikan KRDE, rangkaian KLB Balas dan juga uji coba lokomotif diesel. Pengujian fasilitas operasional dan safety assessment juga telah selesai dilakukan.

Dalam pengujian melibatkan semua unsur terkait antara lain tim penguji dari Balai Pengujian Perkeretaapian, tim dari direktorat teknis terkait di DJKA, Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, kontraktor, konsultan serta operator (PT KAI dan PT Angkasa Pura I).

Semua hasil temuan dan rekomendasi pengujian prasarana, sarana maupun safety assesment akan ditindaklanjuti agar unsur keselamatan betul-betul terpenuhi. “Temuan dan rekomendasi ada yang sifatnya mayor dan minor, tentu ini juga perlu waktu untuk dilakukan perbaikan dan penyesuain sesuai temuan yang ada,” jelas Zulfikri.

Pertama tahap commissioning, rencananya tanggal 17 – 31 Agustus 2021. Tahap ini dilakukan dengan skema perjalanan luar biasa (PLB) KRDE tanpa penumpang atau penumpang tertentu untuk keperluan teknis. Tujuan tahap ini adalah untuk setting parameter, integrasi sistem memastikan kesiapan prasarana dan sarana yang digunakan,” katanya.

Kedua tahap trial and run dilakukan PLB KRDE dengan penumpang terbatas atau undangan. Jadual pengoperasian KA pada tahap ini telah disesuaikan dengan jadual penerbangan di YIA. Tujuan tahap ini untuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait pola operasi, misalnya jam keberangkatan, stasiun pemberhentian, ticketing system dan pelayanan lainnya serta persiapan akhir menuju waktu pengoperasian secara komersial KA YIA ini.

“Terakhir, tahap operasional komersial/ pelayanan, yaitu KA YIA beroperasi melayani masyarakat dengan berbayar. Direncanakan untuk tahap awal akan terdapat 30 perjalanan KA per hari dengan waktu perjalanan 39 menit. PT. KAI selaku operator kereta api akan menyiapkan 4 trainset dengan sistem untuk operasi, perawatan dan cadangan,” ungkap Zulfikri.

Kereta api YIA akan berhenti di tiga stasiun pelayanan. Stasiun Tugu Yogya, Stasiun Wates dan Stasiun KA YIA dengan head way rata-rata 60 menit. Apabila kondisi penerbangan sudah normal maka frekuensi ditingkatkan bertahap sampai 56 perjalanan dengan headway rata-rata 30 menit. (Rul)

BERITA REKOMENDASI