DKP Kulonprogo Batasi Penerbitan Rekomendasi BBM Bersubsidi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo membatasi penerbitan rekomendasi terhadap permohonan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. BBM bersubsidi tersebut hanya diperuntukkan usaha budidaya tambak udang di kawasan tambak.

“Kami tidak memberikan rekomendasi jika tempat usahanya di luar kawasan tambak. Sesuai Perda tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kulonprogo, pemberian rekomendasi di tiga kawasan yang diperuntukan budidaya tambak udang,” ujar kata Kepala Seksi Produksi dan Pembudidayaan Ikan, Bidang Budidaya Ikan, DKP Kulonprogo, Wakhid Purwosubiantoro.

Tiga lokasi tambak udang tersebut, meliputi kawasan budidaya tambak di wilayah Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, di Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu yang keduanya di wilayah Desa Jangkaran, Kecamatan Temon. Menurutnya, banyak petani petambak udang mengajukan permohonan rekomendasi untuk pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

DKP tidak bisa menerbitkan rekomendasi karena tempat usaha di luar kawasan tambak. Selain tempat usaha di luar kawasan tambak, tempat usaha di kawasan tambak tetapi sudah dijual ke orang lain. Ada juga di antara petani tambak asal Kulonprogo tetapi tempat usahanya di luar wilayah Kulonprogo.

Seperti diketahui DKP Kulonprogo menerbitkan rekomendasi pembelian BBM bersubsidi berlaku satu siklus usaha budidaya selama empat bulan. Adapun volume pembelian BBM bersubsidi untuk setiap luas usaha budidaya tambak udang 2.000 meter persegi, maksimal 20 liter perhari. Dijelaskan, luasan usaha budidaya tambak udang di kawasan tambak di Kulonprogo meliputi di kawasan tambak Pasir Kadilangu, Pasir Mendit dan Trisik. (Ras)

BERITA REKOMENDASI