DLH Kulonprogo Peringati ‘World Clean Up Day’ 2020

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJogja.com – Mengacu data Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUKP) maka kalau Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Banyuroto di Kapanewon Nanggulan tidak diperluas sementara tidak ada upaya pengurangan sampah di tingkat rumah tangga maka pada 2024 nanti TPAS tersebut akan penuh.

“Kondisi ini menjadi tantangan kita bersama dan harus diupayakan sampah habis di rumah tangga. Kami dengan pemerintah kapanewon berharap tiap kapanewon dan pedukuhan menjadi indikator suksesnya pengelolaan sampah di Kulonprogo,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Drs Sumarsana pada peringatan ‘World Cleanup Day’ 2020 atau hari bersih-bersih sedunia tingkat Kabupaten Kulonprogo, di Bank Sampah Harapan Sejahtera Sendangsari, Pengasih, Sabtu (19/9).

World Cleanup Day 2020 bertema ‘Bersatu untuk Indonesia Bersih’ diwarnai aksi ‘cleanup’ dan pilah sampah serta peluncuran Gerakan Siaga Berjibaku Melawan Sampah Kulonprogo (SibaKu) dihadiri Bupati Drs Sutedjo, Ketua DPRD Akhid Nuryati SE, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Arif Prastowo dan Kepala Diskomunfo Drs Rudiyatno. ‘World Cleanup Day’ merupakan gerakan sosial terbesar di dunia yang melibatkan masarakat global membersihkan bumi dari sampah.

Tujuannya meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua lapisan masyarakat terhadap permasalahan sampah serta mewujudkan bumi yang bersih dan sehat. Sumarsono mengajak semua pihak bersinergi dalam gerakan bersihkan, pilah, kumpulkan produk atau sampah rumah tangga masing-masing sehingga jumlah sampah semakin sedikit.

“Dengan adanya bank sampah menunjang kebersihan di Kulonprogo, saya berharap di pedukuhan terdapat bank sampah. Hasil pengumpulan sampah akan dikelola seperti tabungan di bank-bank pada umumnya. Sehingga saldo dari masing-masing nasabah akan berubah-ubah sesuai transaksi,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI