DP3AP2 Dorong Perempuan Potensial Jadi BPK

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJogja.com – Kepada Bidang (Kabid) Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2 DIY, Nelly Tristiana SKep.Ns menjelaskan, indikator-indikator terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masih banyak yang perlu ditingkatkan. Jika bicara indikator indeks pembangunan manusia maka komponennya kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Di Yogyakarta, antara laki-laki dan perempuan relatif sudah mendekati imbang.

“Satu indikator yang cukup mengkhawatirkan indeks pemberdayaan gender yang komponen penyusunnya keterwakilan perempuan di lembaga Legislatif. Perempuan sebagai pejabat publik, manajer dan teknisi. Selain itu sumbangan pendapatan perempuan,” kata Nelly dalam Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Balai Kalurahan Margosari Kapanewon Pengasih, Rabu (9/6).

Pembicara lain yang tampil dalam sosialisasi diadakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY tersebut, anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara SIP dan Kepada Dinsos P3A Kulonprogo Drs Yohanes Irianta.

“Salah satu yang membuat kita berada di urutan bawah secara nasional adalah keterwakilan perempuan di lembaga Legislatif belum mencapai 30 persen tapi baru 18,7 persen,” tegasnya.
Beberapa hal yang perlu didorong agar target keterwakilan perempuan tercapai adalah dari sisi perempuan itu sendiri. Keberpihakan kaum laki-laki. “Kami mensosialisasikan pentingnya keadilan kesetaraan gender dan mencegah adanya kesenjangan,” ujarnya.

Melalui sosialisasi, DP3AP2 DIY bertekad mewujudkan keadilan kesetaraan gender sekaligus memastikan keterlibatan perempuan di segala bidang. “Dalam sosialiasi kami mendorong kaum perempuan potensial yang ada di kalurahan mau maju dalam pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPK). Hal itu sesuai regulasi, anggota BPK minimal satu perempuan berarti boleh lebih. Apalagi penduduk perempuan lebih banyak dari laki-laki,” jelasnya menambahkan DP3AP2 DIY juga mengadakan pelatihan-pelatihan bagi perempuan-perempuan potensial agar kopetensi mereka meningkat.

BERITA REKOMENDASI