Dua Keluarga Tempati Relokasi Kedundang

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Di tengah mempersiapkan petunjuk teknis (juknis) penempatan warga tidak mampu terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, dua warga sudah menempati rumah khusus relokasi magersari di Desa Kedundang. Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kulonprogo, Suparno yang dihubungi di ruang kerjanya mengungkapkan, pembahasan draf juknis yang dijadwalkan Selasa (20/03/2018) mengalami penundaan.

”Terpaksa pembahasan tertunda karena bersamaan Pak Asda (Asisten Sekda) ada pertemuan di provinsi. Draf juknis penempatan sudah disiapkan, tinggal menunggu pembahasan di dalam tim untuk diputuskan,” ujar Suparno.

Menurutnya, meski pembahasan juknis tertunda, terdapat dua kepala keluarga (KK) warga Desa Kedundang sudah menempati dua di antara 50 rumah khusus yang dibangun di relokasi magersari. Ada kekhususan terhadap warga tersebut karena sudah merelakan tanah Paku Alam Ground (PAG) yang dikelola selama ini menjadi lokasi relokasi magersari. ”Status sementara baru dititipkan sambil menunggu proses penempatan,” ucapnya.

Lebih lanjut Suparno menjelaskan, pembahasan juknis tersebut menjadi dasar tim melakukan klarifikasi bagi warga terdampak bandara yang sudah mendaftar akan menempati rumah relokasi magersari di Desa Kedundang. Hasil klarifikasi ditetapkan melalui keputusan camat sebagai calon penghuni tetap. ”Setelah ada calon penghuni tetap baru bisa dilakukan pengundian nomor rumah,” jelasnya.

Warga terdampak bandara yang terdaftar akan menempati rumah relokasi magersari sebanyak 46 KK. Dua rumah yang belum ada calon penghuni dikhususkan bagi warga tidak mampu terdampak bandara lain yang belum memiliki rumah tinggal.

Istri Priyo Purwanto, Ny Surami (50) warga Pandowan, Desa Kedundang termasuk di antara dua KK yang sudah menempati rumah relokasi magersari di Desa Kedundang. Sudah sekitar satu minggu menempati rumah relokasi magersari.

Rumah tinggal keluarga Priyo Purwanto sebelumnya di atas tanah PAG yang dijadikan lokasi relokasi magersari. Keluarga tidak memiliki tempat tinggal lain. Selama pembangunan rumah khusus dikontrakkan ke salah satu rumah warga. (Ras)

BERITA REKOMENDASI