Dua Obwis Sudah Kantongi Sertifikat CHSE, Dispar Usulkan Semua Obwis Dibuka

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Dua objek wisata (obwis) di Kabupaten Kulonprogo telah mengantongi sertifikat Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment (ramah lingkungan) atau CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Dua objek wisata (obwis) yang sudah mengantongi sertifikat CHSE Pule Payung di Kapanewon Kokap dan Sungai Mudal Kapanewon Girimulyo. Bahkan Obwis Sungai Mudal sudah diverifikasi Kemenparekraf dan nilainya 90,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) setempat Joko Mursito SSn MA saat launching karya seni instalasi wisata di Bukit Cubung Kapanewon Lendah, Kamis (23/9).

Uji coba pembukaan obwis ungkapnya masih bersifat top down. Kemenparekraf memilih obwis mana saja di Kulonprogo yang layak melakukan uji coba. “Kami selalu komunikasi dengan Dinpar DIY maupun kabupaten atau kota. Salah satu item syarat dibukanya obwis adalah aplikasi peduli lindungi. Tapi saat ini kami masih terkendala akses jaringan atau sinyal di sejumlah obwis yang masih blank spot,” terang Joko.

Pihaknya mengusulkan obwis di Kulonprogo bisa dibuka semuanya dengan tetap mematuhi ketentuan berlaku. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya penumpukan wisatawan. “Kalau kita sebar maka pengunjung tidak menumpuk di satu atau dua obwis,” jelasnya menambahkan semua obwis ingin bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19.

Ada delapan obwis yang dikelola Pemkab Kulonprogo meliputi Waduk Sermo, Gua Kiskendo, Pantai Congot, Pantai Trisik, Kebun Teh Nglinggo, Wisata Alam Tritis, Kawasan Menoreh Barat dan Pantai Glagah. “Semua pengelola wisata terdampak pandemi Covid-19 ingin bergerak bangkit dari keterpurukan,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI