Dua Tahun Angka Pernikahan Dini di Kulonorogo Naik

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo Drs Yohanes Irianto mengungkapkan, selama dua tahun angka pernikahan dini di kabupaten ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika pada 2019 pernikahan dini mencapai 39 pasangan maka pada 2020 angkanya melonjak menjadi 87 pasangan.

Pandemi Covid-19 yang berimbas pada diterapkannya sistem pembelajaran secara daring diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. “Berdasarkan analisa awal, penyebabnya antara lain secara regulasi ada kenaikan usia perkawinan. Kedua, kemungkinan pengaruh pandemi Covid-19 dan belajar daring di rumah sehingga kurang kontrol orang tua,” kata Irianto, Selasa (25/01/2022).

Menurutnya kasus pernikahan dini di kabupaten ini sebagian besar dinominasi usia SMA dan sebagian besar mengalami ‘unwanted pregnancy’ atau kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam upaya mengantisipasi pernikahan dini, Dinsos PPPA Kulonprogo menjalin kerja sama dengan semua komponen pemerhati anak, baik lembaga pemerintah tingkat kabupaten sampai kalurahan agar lebih memberikan pemahaman persiapan keluarga di masyarakat dan media sekolah.

“Kami juga meningkatkan peran perempuan dan kesetaraan gender serta hak-hak perempuan. Pada 2021 Kulonprogo sudah mempunyai Perda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA). Sebagai pintu masuk memperjuangkan hak-hak anak, salah satunya mengurangi perkawinan usia anak,” jelasnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI