Dugaan Pencemaran Limbah Batik, Tunggu Hasil Lab

WATES, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulonprogo masih menunggu hasil cek laboratorium dari sampel air yang telah diambil dari beberapa sumur di sekitar rumah produksi batik di wilayah Desa Ngentakrejo Kapanewon Lendah. Menyusul adanya dugaan penurunan kualitas lingkungan hidup karena limbah produksi batik di wilsyah tersebut. Setelah ada hasil lab akan dilakukan langkah-langkahnya berikutnya.

Hal itu dikatakan Arif Prastowo SSos MSi Kepala DLH Kabupaten Kulonprogo ketika dikonfirmasi. "Berdasar aduan warga, dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup dirasakan langsung  warga yang tinggal di sekitar rumah produksi. Warga terdampak merasakan ada perubahan kualitas air sumur yang menjadi keruh, berbau dan gatal-gatal bila mengenai anggota tubuh," ujar Arif Prastowo SSos MSi Kepala DLH Kabupaten Kulonprogo ketika dikonfirmasi, Kamis (16/01/2020).

Arif menuturkan, terhadap permasalahan itu, warga sudah menyampaikan keluhan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Ngentakrejo beberapa waktu yang lalu. Atas keluhan warga, Pemdes berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan. 
"Dan Senin (13/1) didampingi aparat desa setempat dan Kapanewon Lendah, tim survei lingkungan terdiri perwakilan DLH, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan serta Puskesmas Lendah, serta Polsek dan Koramil Lendah melakukan pengecekan ke lokasi industri batik dimaksud serta warga terdampak," katanya.

Dijelaskan, dari petugas DLH yang melakukan cek lapangan, Tim menemukan beberapa catatan terhadap pengelolaan limbah batik di rumah produksi batik. Dari hasil pengamatan di salah satu runah produksi didapati tidak ada sistem pengelolaan limbah, limbah batik langsung dibuang begitu saja di tanah tanpa melalui proses pengolahan. (Wid)

BERITA REKOMENDASI