Dugaan Perusakan APK, Panwaslu Berkoordinasi Dengan Sentra Gakumdu

GALUR (KRjogja.com) – Kasus dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) Pilkada Kulonprogo 2017 di Kecamatan Wates, Panjatan, Lendah dan Galur terus ditindaklanjuti Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat dengan melakukan investigasi. Apalagi mereka hanya punya waktu tujuh hari, kalau lewat maka kasus tersebut bisa kadaluwarsa sehingga tidak bisa ditindaklanjuti.
"Selain temuan, kami juga menindaklanjuti laporan resmi dan kami hanya punya waktu tujuh hari setelah ada temuan atau laporan," jelas Ketua Panwaslu setempat Tamyus Rochman, Senin (21/11/2016).
 
Panwaslu kata Tamyus belum bisa menindaklanjuti kasus dugaan perusakan APK ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) jika pelakunya belum jelas. Meski demikian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sentra Gakumdu. Sejauh ini, motif dan pola perusakan masih sebatas dugaan yang dilakukan oknum yang ingin mencederai demokrasi. Disamping itu masyarakat nampaknya juga enggan melapor, karena mungkin tidak mengetahui persis kejadiannya, apalagi sejumlah titik perusakan berada jauh dari pemukiman. "Kami mengimbau pemasangan APK sesuai zonasi dan lokasinya aman dari perusakan. Ketika ada kasus perusakan sebenarnya menjadi tanggungjawab tim paslon, bukan tanggungjawab KPU lagi," katanya.

Hasil investigasi sementara, pola perusakan APK sama. Disobek menggunakan senjata tajam kemudian ditinggal. Ada saksi yang sempat melihat pelaku perusakan di Galur, pelaku menggunakan mobil warna gelap. Perusakan dilakukan secara cepat dan sebagian potongan APK dibawa. Tapi saksi tidak bisa memastikan nomor plat kendaraan pelaku. Mobil melaju dari arah barat kemudian berhenti. Dengan kondisi lampu dimatikan pelaku menyobek APK paslon nomor 1 Zuhadmono Azhari – Iriani Pramastuti (Hadir). Selang beberapa hari sobekan APK tersebut ditemukan di utara jembatan Nagung, jadi alas duduk petani. "Setelah kami cocokan dengan potongan APK di Galur ternyata sama," ujarnya.

Panwaslu mengapresiasi rencana Tim Pemenangan 'Hadir' melaporkan kasus tersebut. Dengan malapor otomatis membawa saksi. "Lebih cepat melapor lebih baik," tambah Tamyus.
Panwaslu sebenarnya sudah mencari informasi ke Tim 'Hadir' yang memberitahukan kasus perusakan APK. Tapi sejauh ini belum ada titik terang mengenai siapa pelakunya. "Patroli bersama kepolisian juga kami intensifkan, kami terus memantau sekaligus mencari informasi seputar pelanggaran tersebut," jelasnya. (Rul/Wid)

 

BERITA REKOMENDASI