Dukung Larangan Mudik, Jam Operasional YIA Hanya 4 Jam

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJogja.com – Mensikapi kebijakan pelarangan mudik mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 maka PT Angkasa Pura (AP) I mengurangi jam operasional Yogakarta International Airport/ Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Jika sebelumnya waktu operasional mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB maka mulai 6-17 Mei 2021 jam operasional dipangkas hanya jadi empat jam yakni mulai pukul 07.00 WIB – 11.00 WIB.

“Normalnya, jam operasional YIA mulai pukul 07.00 WIB pagi sampai 19.00 WIB. Adapun langkah antisipasi terkait kebijakan pelarangan mudik, kami akan memberlakukan pengurangan jam operasi, semula mulai 07.00 WIB pagi hingga 19.00 WIB malam. Dikurangi jadi hanya 4 jam mulai 07.00 WIB pagi – 11.00 WIB siang,” kata Pelaksana Tugas Sementara General Manager (PTS GM) YIA, Agus Pandu Purnama, Senin (26/4).

Setelah pukul 11.00 WIB siang pada 6 Mei 2021, YIA ditutup dan tidak ada penerbangan. Jadwal penerbangan lagi pada pagi hingga siang hari. “Setelah pukul 11.00 WIB siang, bandara ‘close’ tidak ada penerbangan. Jadi, kami akan atur seluruh penerbangan pada pagi hari hingga siang hari. Saya kira peniadaan mudik pasti seluruh trafik berkurang kecuali penerbangan khusus bagi pengecualian,” jelas Pandu.

Ditegaskan, YIA siap beradaptasi dalam menghadapi fluktuasi maupun aturan pemerintah pusat seputar kebijakan mudik lebaran tahun ini. Meskipun angka keberangkatan dan kedatangan di YIA pada Minggu (25/4) sempat mengalami lonjakan cukup signifikan. Yakni kedatangan mencapai 2.392 penumpang dan keberangkatan sebanyak 3.191 orang. Sebelumnya, angka kedatangan dan keberangkatan di YIA mecapai 1.800 hingga 2.000-an penumpang.

Pandu menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan maskapai yang ada di YIA jelang kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik pada 6 – 17 Mei 2021. “Kami sudah rapat dengan seluruh maskapai penerbangan. Intinya pada saat peniadaan mudik lebaran pada 6-17 Mei, para maskapai juga sedang mempersiapkan mekanismenya masing-masing,” kata Agus Pandu.

BERITA REKOMENDASI