Ekowisata ‘Lembah Watu Temanten’ Diresmikan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Universitas Janabadra (HMJ TI UJB) Yogyakarta berhasil mengembangkan ekowisata 'Lembah Watu Temanten' di Dusun Kalibondol, Desa Sentolo Kulonprogo. Ekowisata tersebut telah diresmikan pada 11 Desember 2019 kemarin oleh Kepala Desa Sentolo, Teguh dan dihadiri kepala dukuh di wilayah sekitar dan tokoh masyarakat serta civitas akademika UJB.

Dosen Pembimbing Fatsyahrina Fitriastuti SSi MT mengatakan, program pengembangan ekowisata 'Lembah Watu Temanten' ini didanai dari Program Hibah Bina Desa, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud tahun 2019.

"Bagi UJB pengembangan ekowisata ini wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Sedangkan bagi mahasiswa menjadi wahana mengimplementasikan keilmuan serta penguatan karakter kebangsaan. Tak kalah penting juga untuk pemberdayaan masyarakat," terang Fitri kepada KRJOGJA.com di Kampus UJB, Jalan Tentara Rakyat Mataram Yogyakarta, Selasa (24/12/2019).

Ketua tim pengembangan, Teguh Sadewo Pangestu mengatakan nama 'Lembah Watu Temanten' dipilih karena disitu terdapat sepasang batu besar sebagai ikonnya. Adanya Sungai 'Kalipapah' yang memiliki aliran air cukup deras menjadi keunggulan tersendiri dari ekowisata ini. Adapun pengembangan yang telah dilakukan tim antara lain pembuatan arena outbod dan river tubing.

"Ekowisata Lembah Watu Temanten sangat cocok untuk wisata outbond dengan menyediakan paket-paket pilihan," kata Teguh.

Lebih lanjut dijelaskan Teguh, pihaknya juga telah membangun sejumlah infrastruktur pendukung wisata seperti saung, mushala, toilet, penerangan listrik serta gapura sebagai pintu masuk menuju objek wisata. Bekerja sama dengan Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, tim HMJ TI UJB juga telah membuat website khusus dan akun di media sosial sebagai sarana pemasaran online.

"Warga setempat turut berpartisipasi dengan menjajakan kuliner khas seperti geblek dan pecel wader sehingga menambah daya tarik pengunjung," ujarnya.

Meski sudah diresmikan, namun ekosiwata 'Lembah Watu Temanten' masih perlu pengembangan lebih lanjut utamanya penambahan infrastruktur. Seperti perbaikan akses jalan, penambahan saung untuk kenyamanan wisatawan serta perlu adanya penanda/spot-spot selfie.

"Masyarakat setempat masih perlu pendampingan dan pelatihan pengelolaan ekowisata, program-program tersebut bisa diusulkan kembali supaya ekowisata semakin berkembang dan semakin memberdayakan masyarakat setempat," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI