EWS Canggih Terpasang di Daerah Rawan Longsor

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sebanyak enam unit alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) menggunakan sistem canggih terpasang di lokasi daerah rawan bencana tanah longsor yang terjadi akibat musim penghujan di wilayah Kabupaten Kulonprogo dan Bantul. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan memasuki musim penghujan, EWS yang terpasang di daerah rawan longsor di Kulonprogo dan Kabupaten Bantul, dapat berfungsi dengan baik.

”EWS ini akan melengkapi EWS tanah longsor yang sudah terpasang sebelumnya. Masyarakat diminta selalu waspada terhadap bencana yang terjadi dari dampak hidrometeorologi,” ujar Biwara Yuswantana di Ngrancah, Desa Pendoworejo Kecamatan Girimulyo.

Baca juga :

Hari Juang TNI AD, Korem 072/Pamungkas – ACT DIY Bersinergi
Realisasi Penyaluran Kredit Tembus Rp 936 M

Hal tersebut disampaikan di sela-sela melakukan pengecekan EWS di Pedukuhan Ngrancah, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo yang didampingi Kepala Bidang Penanganan Darurat Danang Samsurizal dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Edi Wibowo. Danang Samsurizal menjelaskan pada tahap kedua memasang tiga unit EWS di Kulonprogo dipasang di daerah rawan tanah longsor di Ngrancah (Desa Pendoworejo), di Klepu (Desa Banjararum) dan di Jeruk (Desa Gerbosari).

Sebelumnya tahap pertama pemasangan di Kabupaten Bantul meliputi di Tambalan (Desa Srimartani), Bojong (Wonolelo) dan di daerah rawan longsor di wilayah Desa Sidomakmur. ”Pada tahap ketiga berikutnya akan melakukan pemasangan di daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.

EWS canggih yang terpasang di Kulonprogo dan Bantul menerapkan teknologi pengukuran curah hujan, pergeseran permukaan tanah dan perubahan iklinasi struktur tanah. (Ras)

BERITA REKOMENDASI